SMP 4 Paringin Balangan Tumbuhkan Aspek Spiritual dan Kebiasaan Membaca dengan Inovasi Bisa Qu

SMP 4 Paringin Balangan Tumbuhkan Aspek Spiritual dan Kebiasaan Membaca dengan Inovasi Bisa Qu

PARINGIN - SMP Negeri 4 Paringin, Balangan, menghadirkan inovasi Bisa Qu (Berkah Istighfar Shalawat Baca Buku Al-Kitab dan Al-Qur’an) sebagai bentuk komitmen lembaga pendidikan ini untuk mencetak generasi yang cerdas, kritis dan berkarakter.

Salah satu guru, Murjiah, mengungkapkan, inovasi ini dilakukan untuk membangun karakter spritual dan literasi melalui istighfar, shalawat dan membaca Al-Qur’an, Al-Kitab serta Buku di tengah berbagai tantangan kemajuan teknologi dan globalisasi yang dapat mengurangi spiritualitas dan literasi siswa.

"Oleh karena itu, SMP N 4 Paringin menghadirkan inovasi Bisa Qu (Berkah Istighfar Shalawat Baca Buku Al-Kitab dan Al-Qur’an) yang menggabungkan aspek spiritual dan kebiasaan membaca," kata Murjiah di Balangan, Selasa (29/7/2025).

Ia menjelaskan, istighfar, shalawat, membaca Al-Qur'an, Al-kitab, dan buku bukan hanya amalan ibadah, tetapi juga berperan dalam memperbaiki sikap, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan minat belajar.

Oleh karena itu, inovasi ini diharapkan bisa menjawab kekhawatiran para orang tua karena menurunnya nilai spiritual dan karakter di kalangan generasi muda.

Apalagi, peserta didik semakin terpapar pengaruh negatif dari media sosial dan budaya populer, mengakibatkan rendahnya minat terhadap ibadah dan pengembangan karakter positif.

Selain itu, banyak sekolah hanya fokus pada prestasi akademik tanpa memberi perhatian memadai pada pembinaan karakter dan spiritualitas.

"Inovasi Bisa Qu memiliki keunggulan yang signifikan dalam mengatasi pembiasaan literasi terhadap siswa dan siswi yang cenderung kurang berminat dalam membaca dan melafalkan surah-surah pendek bagi yang muslim dan membaca kitab bagi yang non muslim," jelasnya.

Ia menyebutkan keunggulan utama inovasi ini berupa penguatan karakter siswa berbasis spiritualitas, peningkatan literasi religius dan umum, mendorong toleransi dan moderasi beragama, keseimbangan aspek kognitif dan afektif, meningkatkan iklim sekolah yang religius dan literatif, serta sederhana tapi berdampak luas.

"Program sekolah Bisa Qu ini juga merupakan bentuk upaya kami dalam menghilangkan mindset yang ada di masyarakat bahwa sekolah umum seperti SMP itu sangat kurang religius atau sangat kurang kegiatan keagamaannya," tegasnya.

Oleh karena itulah di setiap paginya sebelum pembelajaran di dalam kelas dimulai kami ajak siswa-siswi beserta seluruh warga sekolah untuk melakukan pembiasaan baik yakni muraja’ah surah-surah pendek, beristghfar dan bershalawat bagi yang muslim, sedangkan untuk yang non muslim mereka melakukan pembacaan kitab masing-masing sesuai agama yang mereka anut.

Dan setelah itu bersama-sama berdo’a dilanjutkan dengan literasi membaca buku kesukaan meraka masing-masing.

"Adanya inovasi ini banyak mengalami perubahan karena siswa kini memiliki karakter positif. Lulusan SMPN 4 Paringin telah membuktikan tidak ada lagi siswa yang tidak bisa membaca serta lulusannya tidak ada lagi yang tidak bisa mengaji. Bahkan mereka para siswa yang lulusan SMP N 4 Paringin telah mampu menghafalkan surah-surah pendek dari surah Ad-Dhuha sampai dengan Surah An-Nass dan bahkan ada yang lebih dari surah-surah tersebut," tutup Murjiah.[martino]
Lebih baru Lebih lama