HST Perkokoh Status Lumbung Pangan: Surplus Benih Melimpah hingga Ribuan Ton

HST Perkokoh Status Lumbung Pangan: Surplus Benih Melimpah hingga Ribuan Ton

BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) memimpin langsung prosesi panen padi perdana di Desa Durian Gantang guna memacu semangat kemandirian pangan sekaligus mempertegas posisi strategis daerah sebagai penyangga utama ketersediaan beras di Kalimantan Selatan, Kamis (30/4/2026).

Keberhasilan sektor pertanian di Bumi Murakata kian terbukti dengan tercapainya status surplus benih padi yang mencapai 1.200 ton per tahun, melampaui kebutuhan daerah yang hanya sebesar 625 ton. 

Selain dukungan infrastruktur pengering modern yang tahan cuaca, pemerintah daerah juga melakukan terobosan pemulihan kesuburan tanah melalui aplikasi organik pada 4.000 hektar lahan tadah hujan. 

Langkah inovatif ini menarik perhatian tingkat provinsi untuk diadopsi sebagai standar baru pengelolaan lahan pertanian yang berkelanjutan. 

Meskipun menghadapi tantangan perubahan iklim seperti fenomena El Nino, sinergi antara pemerintah dan petani diharapkan mampu menjaga produktivitas beras lokal tetap stabil dan berkualitas tinggi.

“Ketersediaan benih padi di HST sangat aman dan bahkan surplus; potensi produksi benih dari para penangkar mampu mencapai 1.000 hingga 1.200 ton per tahun,” lapor Kepala Dinas Pertanian HST, Agustian.

Pencapaian ini memungkinkan Kabupaten HST untuk bertransformasi dari sekadar konsumen menjadi penyuplai kebutuhan benih bagi daerah lain di sekitarnya.

Sementara itu Bupati HST Samsul Rizal mengatakan, Kegiatan panen ini bukan sekadar seremonial, melainkan simbol kerja keras dalam menjaga ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden. 

Ia juga, menekankan bahwa setiap bulir padi yang dipanen merupakan hasil dedikasi kolektif dalam menjaga kedaulatan pangan di tingkat daerah hingga pusat.

“Kita harus terus berinovasi dan menjaga kualitas tanah agar produktivitas tidak menurun,” tambahnya saat menjelaskan pentingnya aplikasi pupuk organik untuk kesehatan lahan jangka panjang.

Upaya ini krusial dilakukan agar penggunaan pupuk kimia tidak terbuang sia-sia akibat kondisi tanah yang telah jenuh.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani menjadi kunci utama untuk melewati berbagai tantangan perubahan iklim,” pungkasnya. 

Komitmen bersama ini diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam menghadapi tantangan El Nino dan potensi gangguan hama guna menjamin kesejahteraan petani setempat.[nata]
Lebih baru Lebih lama