Revolusi Bisnis, Pemkab HST Dorong Puluhan Koperasi Masuk Ekosistem Digital

Revolusi Bisnis, Pemkab HST Dorong Puluhan Koperasi Masuk Ekosistem Digital

BARABAI – Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal, membuka pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengurus dari 25 koperasi aktif guna mempercepat transformasi kelembagaan konvensional menjadi entitas bisnis modern berbasis teknologi digital, Senin (18/5/2026).

Agenda strategis yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperinakerkop) HST ini menghadirkan lembaga inkubator bisnis terakreditasi kementerian untuk mengubah orientasi tata kelola administrasi menjadi perluasan unit usaha. 

Langkah ini diambil sebagai respons konkret pemerintah daerah dalam menghadapi perubahan pola konsumsi masyarakat dan ketatnya persaingan pasar di era digitalisasi. 

Melalui pemanfaatan aplikasi pencatatan keuangan digital dan pemasaran daring, koperasi di Bumi Murakata diarahkan agar mampu bersaing secara legal dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah. 

Sinergi ini diharapkan menjadi stimulus penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi inklusif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat perdesaan.

“Koperasi tidak boleh berjalan dengan pola lama; jika ingin tetap bertahan dan berkembang, maka harus bertransformasi menjadi koperasi modern yang mampu memanfaatkan teknologi digital,” ujar Bupati HST, Samsul Rizal.

Ia menggarisbawahi bahwa keterlambatan dalam mengadopsi sistem digital akan membuat lembaga ekonomi rakyat ini tertinggal dari badan usaha swasta lainnya.

“Pemasaran daring dan pencatatan keuangan digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan mutlak agar koperasi di HST bisa bersaing di era baru,” tambahnya. 

Integritas dan kemampuan manajerial para pengurus dinilai menjadi kunci utama untuk membangun kembali kepercayaan anggota terhadap profesionalitas pengelolaan koperasi.

“Koperasi saat ini didorong menjadi ujung tombak peningkatan ekonomi wilayah karena pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai delapan persen,” jelas Kepala Disperinakerkop HST, Rapinorrahman.

Penguatan koperasi eksisting dinilai jauh lebih efektif untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara merata dibandingkan dengan mengandalkan investasi skala besar semata.

“Perusahaan berorientasi pada keuntungan, sedangkan koperasi mengejar manfaat bagi anggotanya, namun keduanya memiliki kedudukan hukum yang sama sebagai entitas bisnis sah,” tutup Rapinorrahman. 

Melalui pendampingan dari lembaga inkubator bisnis, puluhan pengurus koperasi di Kabupaten Hulu Sungai Tengah kini diharapkan mampu mendiversifikasi lini usaha mereka di luar sektor simpan pinjam konvensional.[nata]
Lebih baru Lebih lama