ZELBY Rahayu bersama para peserta lainnya yang mengikuti International Conference on Disaster Management (ICDM) 2026.| foto : istimewa
PARINGIN - Wakil Dekan II Fakultas Sains dan Teknik Universitas Sapta Mandiri (Univsm), Zelby Rahayu, S.T., M.T, mengikuti International Conference on Disaster Management (ICDM) 2026 yang digelar di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, pada 28 hingga 30 September 2026.
Konferensi internasional tersebut mengangkat tema “Integrating Technology and Local Wisdom for Sustainable Disaster Management” atau integrasi teknologi dan kearifan lokal untuk pengelolaan bencana yang berkelanjutan.
Zelby mengatakan, keikutsertaannya dalam ICDM 2026 menjadi pengalaman akademik yang memberikan wawasan baru, khususnya dalam pengembangan penelitian dan pendidikan yang berkaitan dengan isu kebencanaan.
Menurutnya, pembahasan dalam konferensi tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga mempertemukan berbagai perspektif, mulai dari penelitian, kebijakan hingga kearifan lokal dalam menghadapi beragam risiko bencana.
“ICDM 2026 memberikan pengalaman akademik dan wawasan baru dalam melihat pengelolaan bencana secara multidisipliner. Teknologi, penelitian, kebijakan dan kearifan lokal memiliki peran yang saling melengkapi dalam menghadapi berbagai risiko bencana,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).
Ia berharap pengetahuan dan jejaring yang diperoleh selama kegiatan tersebut dapat diterapkan di lingkungan kampus, terutama melalui penguatan penelitian yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran dan penelitian dinilai penting untuk terus dikembangkan, termasuk melalui kolaborasi lintas institusi, daerah bahkan antarnegara.
Zelby juga menilai kearifan lokal dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan penelitian, khususnya penelitian yang mengangkat potensi dan persoalan di daerah.
“Penelitian tidak hanya diharapkan menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan kampus dan masyarakat. Karena itu, potensi serta kearifan lokal daerah perlu menjadi bagian dari pengembangan penelitian,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan akademik seperti ICDM dapat menjadi motivasi untuk membangun budaya penelitian dosen yang berkelanjutan di lingkungan Univsm.
Menurutnya, penelitian dosen tidak semestinya berhenti pada satu kegiatan atau satu publikasi, tetapi perlu dikembangkan secara berkesinambungan melalui roadmap penelitian, kolaborasi antar-dosen dan institusi, keterlibatan mahasiswa, publikasi ilmiah hingga hilirisasi hasil penelitian.
Dengan langkah tersebut, penelitian dosen diharapkan tidak hanya memperkuat pengembangan institusi dan meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara berkelanjutan.[martin]
Tags
balangan
