Dosen PGSD Univsm Raih 19 HKI, Karya Akademik Berpeluang Jadi Produk Ekonomi Kreatif

Dosen PGSD Univsm Raih 19 HKI, Karya Akademik Berpeluang Jadi Produk Ekonomi Kreatif

DOSEN Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Muhammad Ihsan, M.Pd.| foto : istimewa

PARINGIN - Produktivitas dalam menghasilkan karya intelektual kembali ditunjukkan akademisi Universitas Sapta Mandiri (Univsm). Muhammad Ihsan, M.Pd., dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), berhasil memperoleh 19 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tingkat nasional.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu bentuk pengakuan atas karya intelektual yang dihasilkan melalui aktivitas akademik, khususnya dalam bidang pendidikan dan penulisan.

Salah satu karya yang telah didaftarkan dan tercatat secara resmi adalah buku referensi berjudul “Bimbingan Konseling: Teknik dan Cara Penerapannya di Perguruan Tinggi”. Dalam karya tersebut, Muhammad Ihsan tercatat sebagai pencipta keempat.

Menurut Muhammad Ihsan, perolehan sertifikat HKI tidak terlepas dari proses panjang yang membutuhkan konsistensi, mulai dari pengembangan gagasan, riset, penulisan karya hingga proses administrasi pendaftaran.

“Proses untuk mencapai titik ini tentu membutuhkan konsistensi dan dedikasi, mulai dari tahapan riset, penulisan hingga proses pengajuan administratif. Harapannya, karya-karya ini tidak hanya menjadi catatan di atas kertas, tetapi juga bisa diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (1/10/2026).

Ia menilai, kepemilikan HKI juga membuka peluang agar karya akademik dapat dikembangkan lebih jauh. Selain menjadi bagian dari rekam jejak akademik, karya yang telah memiliki perlindungan HKI berpotensi dimanfaatkan secara lebih luas, termasuk melalui pengembangan dan komersialisasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk rekan-rekan dosen lainnya, mari terus berinovasi dan jangan ragu untuk mendaftarkan hak cipta atas karya yang dihasilkan, karena karya intelektual merupakan aset yang perlu dijaga dan dikembangkan,” katanya.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi civitas akademika Univsm untuk terus menghasilkan karya yang memiliki manfaat, baik bagi dunia pendidikan maupun masyarakat.

Melalui produktivitas dosen dalam menghasilkan karya intelektual, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran, tetapi juga dapat mendorong lahirnya inovasi dan karya yang memiliki nilai guna serta potensi ekonomi kreatif.

Prestasi Muhammad Ihsan tersebut sejalan dengan semangat Univsm untuk mendorong sivitas akademika terus berkarya dan berinovasi, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan karya intelektual yang dapat dimanfaatkan secara luas.[martin]
Lebih baru Lebih lama