BANJARMASIN – Ketua DPRD Kota Banjarmasin, Rikval Fachruri merespon positif sejumlah aspirasi masyarakat terkait perbaikan infrastruktur jalan, kesehatan, dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Ini yang ungkapkan saat kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat dalam rangka reses anggota DPRD Kota Banjarmasin Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Utara, masa sidang III tahun 2026, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan sendiri berlangsung di Jalan Cendana 3B Nomor 9B, RT 01, Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin. Dalam kegiatan itu, sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Rikval mengatakan, salah satu aspirasi yang disampaikan warga berkaitan dengan kondisi infrastruktur jalan. Menurutnya, terdapat dua ruas jalan yang menjadi perhatian bersama dan diharapkan dapat diperjuangkan agar memperoleh penanganan.
“Ada permintaan warga yang berkaitan dengan infrastruktur jalan. Ada dua jalan yang tadi menjadi target kita bersama. Mudah-mudahan ke depan bisa kita perjuangkan sehingga nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menjelaskan bahwa tidak semua usulan dapat langsung direalisasikan. Sejumlah aspirasi masih harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sebelum dapat dilaksanakan.
Karena itu, usulan yang belum memenuhi persyaratan perlu dilengkapi terlebih dahulu agar proses tindak lanjut dapat berjalan sesuai ketentuan.
Selain infrastruktur, persoalan kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Rikval mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan menggunakan masker ketika diperlukan, baik saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika berada di dalam ruangan.
Ia juga menyampaikan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan melalui puskesmas, termasuk layanan cek kesehatan gratis yang telah disosialisasikan kepada warga.
Dalam kesempatan itu, Rikval turut menyinggung perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Banjarmasin. Berdasarkan informasi yang disampaikannya setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan, jumlah kasus ISPA yang disebutkan dalam pertemuan tersebut mengalami penurunan dari lebih dari 300 kasus menjadi 156 kasus.
Meski demikian, ia menilai perkembangan kondisi kesehatan masyarakat tetap perlu menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan, khususnya terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menurut Rikval, sejumlah orang tua murid berharap pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan dan tidak hanya mengandalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Harapan tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi kesehatan serta indikator yang berlaku.
“Kami dari DPRD juga mendorong agar hal ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan, khususnya bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, untuk mengkaji kembali agar pendidikan tatap muka bisa dilaksanakan,” katanya.
Ia berharap berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam kegiatan reses tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah dan dinas terkait dalam menentukan langkah penanganan sesuai kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan reses ini, aspirasi warga diharapkan tidak hanya menjadi catatan, tetapi juga dapat ditindaklanjuti berdasarkan skala prioritas, persyaratan administrasi, serta kewenangan masing-masing instansi.[iqbal]
Tags
peristiwa
