Bisnis Pupuk Organik Cair, Motivasi Kaum Milenial Jawab Kelangkaan Pupuk

RANTAU – Program Percepatan Pemulihan Ekonomi yang lagi diupayakan Pemerintahan Joko Widodo, sangat dinanti masyarakat. 

Ini mengingat hingga akhir tahun 2020, pertumbuhan ekonomi masih di kisaran minus 2,3 persen.

"Dengan kata lain menurut Menteri Keuangan harus mempersiapkan diri untuk keluar dari resesi ekonomi ini," ungkap Budiono, Rabu (20/1/2021).

Pada sesi Bertani On Cloud ke-71 yang diselenggarakan Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP melalui UPT BBPP Binuang digelar untuk memotivasi kalangan milenial agar terjun di bisnis Pupuk Organik Cair (POC).

"Ini sekaligus jawaban atas kelangkaan Pupuk di kalangan petani di musim tanam (MH)," imbuh Budiono.

Pada sesi ini diungkap bagaimana pengalaman Budiono, sebagai Widyaiswara BBPP Binuang dalam mengembangkan bisnis pupuk organik cair, yang sudah dilakoni sejak 20 tahun yang silam. 

"Strategi bisnis dan pengelolaan sumber daya yang dimiliki mulai rintisan hingga sekarang telah berkembang membangun jejaring mencapai 279 kabupaten/kota dengan kapasitas produksi 230.000 Lt," jelasnya.

Kolaborasi dunia usaha dan pelatihan diharapkan ke depan makin nyata dalam mewujudkan Program Kementerian Pertanian, di mana 1; Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional, 2; Meningkatkan pendapatan dan Kesejahteraan Petani, 3; Mempersiapakan Kaum Milenial/Petani Milenial, 4; Pengembangan Kostratani sebagai ujung tombak pembangunan sektor pertanian, 5; Mewujudkan Ekspor komoditas peratanian.

Tentunya peran industri pupuk akan sangat menentukan keberhasilan program kementerian pertanian tersebut. Karena itu, BBPP Binuang menggenjot kalangan milenial berminat bisnis produksi pupuk ini.

Juga sekaligus mempersiapkan kaum milenial untuk meneruskan estafet menuju lumbung pangan dunia 2045. 

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mendorong para Widyaisawara untuk turut berpartisipasi mencari solusi dan mewujudkan aksi nyata dalam mendukung kegiatan percepatan pemulihan ekonomi.

"Ini bisa dilakukan melalui kegiatan pendampingan pelaku usaha agribisnis, dari kalangan milenial,“ terang Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati MSi di sela-sela membuka sesi Bertani on Cloud.

Pengembangan jejaring bisnis pupuk berdasar inovasi spesifik lokalita akan mendorong tumbuh kembangnya UMKM petani milenial  melalui Badan Usaha Milik Petani (BUMP). 

"Sebagai salah satu bagian untuk berperan aktif dalam menyukseskan program Food Estate," sebut Yulia.

Pada sesi Bertani on Cloud diungkap strategi bisnis POC, antara lain; menjaga mutu POC
senantiasa berinovasi tiada henti. Kemudian menjaga mitra kerja pengguna POC dengan senantiasa menjaga komunikasi melalui pendampingan, dan konsultasi online.

Juga senantiasa mengembangan jejaring kemitraan dan promosi.

Di akhir sesi Bertani on Cloud yang diselenggarakan Puslatan dan BBPP Binuang, closing mengajak kaum milenial mengembangkan pertanian, apalagi di era pandemi Covid-19 dan banyak bencana alam.

"Di mana dalam kondisi ini sangat diperlukan ketersedian pangan dan memanfaatkan peluang untuk ekspor, melalui penguatan aspek aspek produksi pertanian salah satunya pengembangan industri pupuk organik,” timpal kepala Bidang Kelembagaan Pelatihan pertanian, Puslatan, BPPSDMP, Drh Eka S.MSc.[budiono]

Posting Komentar

0 Komentar