BPPSDMP Sukses Bina Petani, Panen Padi di Lahan Food Estate

KUALA KAPUAS - Petani di Desa Warnasari, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten Kapuas melaksanakan kegiatan panen padi di kawasan Food Estate untuk musim tanam Oktober 2020 – Maret 2021.

Panen padi dilaksanakan di Kecamatan Tamban Catur, di mana masyarakat di lokasi ini tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bangun Bersama.

Ketua Gapoktan Bangun Bersama Desa Warnasari, Surat mengatakan, panen kali ini disambut dengan antusias oleh para petani di Desa Warnasari. 
 
"Kami menyambut ini dengan antusias, semangat melaksanakan panen perdana demi pertanian semakin maju, untuk  panen sendiri menggunakan Combine Harvester," tuturnya, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, kegiatan Food Estate  ini memang baru pertama kalinya dilaksanakan di Desa Warnasari, sehingga wajar jika di sambut baik oleh masyarakat setempat.

Musim tanam Okmar ini memang kendala cuaca dengan intensitas hujan yang tinggi yang berdampak pada potensi serangan OPT terhadap tanaman meningkat. Namun pihaknya masih optimis kendala itu bisa dikendalikan, dan hingga hari ini petani mulai panen padi yang sudah ditunggu-tunggu.

"Harapan petani kepada pemerintah adalah adanya bantuan combine harvester, karena combine yang ada saat ini usianya sudah tua dan sering rusak. Sementara kondisi sering hujan, sehingga dibutuhkan adanya tindakan percepatan proses panen secara mekanisasi agar mutu gabah yang dihasilkan baik," jelasnya.

Menteri Pertanian Syahrul  Yasin Limpo mengatakan, pengembangan kawasan Food Estate ini menjadi program berskala besar. Sehingga mekanisasi alat-alat modern sangat diperlukan, dan diperlukan keterlibatan petani setempat.

"Pengembangan korporasi petani menjadi prioritas agar petani menguasai produksi dan bisnis pertanian dari hulu ke hilir," ujarnya.

Korporasi petani bukan sekadar bertumpu pada produktivitas dan kualitas produksi pertanian, namun lebih banyak ditentukan kemampuan SDM menjalankan bisnis yang profit oriented. 

Petani harus mendapat untung. Petani menjual beras sebagai produk hilir, bukan gabah sebagai produk hulu. Begitu pula produk olahan lainnya dari komoditas pertanian yang ditanam di food estate. 

Untuk itu, BPPSDMP akan mendukung kesiapan dalam aspek SDM pertanian untuk Food Estate.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan, jajarannya siap bekerja maksimal untuk Food Estate di Humbahas, Sumut dan Kalteng dengan mengawal dan mendampingi SDM pertanian mendukung korporasi petani.

“Kita akan memastikan pendampingan terhadap petani di lokasi Food Estate berjalan maksimal. Memaksimalkan kinerja BPPSDMP, untuk memastikan petani Food Estate mendapatkan pendampingan, khususnya dalam hal korporasi petani," pungkasnya.[rilis] 

Posting Komentar

0 Komentar