Widyaiswara Bekali Peserta Pelatihan Operasikan Alsintan

PELATIHAN teknik budidaya padi lahan rawa merupakan pelatihan teknis yang pertama dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang. Setelah satu tahun seluruh dunia menghadapi pandemi Covid-19, antusiasme para peserta terlihat saat mengikuti pelatihan ini.

Pasalnya, mereka merasakan kejenuhan saat mengikuiti pelatihan atau seminar-seminar yang dilaksanakan secara online. 

Untuk memastikan dan mencegah penyebaran Covid-19, panitia telah mewajibkan seluruh peserta unutuk melakukan rapid test antigen sebelum mengikuti kegiatan pelatihan yang akan dilanjutkan secara offline.

Pelatihan teknik budidaya padi ini diselenggarakan dengan mix method yaitu secara online dan offline. Untuk pembahasan materi teoritis dibahas saat online selama 3 hari, dan pelaksanaan praktik dilaksanakan secara offline dilaksanakan selama 5 hari.  

Peserta berasal dari dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan total peserta sebanyak 30 orang. Pelatihan ini menyasar pada peserta yang berasal dari daerah potensial padi di daerah lahan rawa baik pasang surut maupun lebak.

Untuk wilayah Kalimantan Selatan dikhususkan bagi peserta di wilayah pengembangan program Serasi, sedangkan wilayah Kalimantan Tengah dikhususkan bagi peserta yang berasal dari wilayah pengembangan program Food Estate yang saat ini tengah bergulir baik Kabupaten Kapuas maupun Pulang Pisau.

Di tengah pembelajaran, materi pertama disampaikan oleh Soleh Wahyudi dengan materi persiapan lahan dengan tema pemanfaatan alsintan dalam olah tanah.

"Alsintan merupakan alternatif teknologi yang mampu menjawab tantangan dan solusi atas keterbatasan tenaga kerja, meminimalisir biaya tenaga kerja serta mempercepat waktu bekerja, sehingga alsintan merupakan hal yang nantinya mutlak harus digunakan dalam proses budidaya,” terang Soleh.

Untuk proses pembelajaran peserta diberikan kesempatan untuk melakukan pengenalan Alsintan yang dilanjutkan dengan simple driving serta teknik perawatan Alsintan. 

"Harapan saya, kita semua mampu memotivasi para petani, operator untuk benar-benar mengoptimalkan penggunaan Alsintan, dan tidak ada lagi ditemukan adanya Alsintan yang mangkrak,“ harap Soleh.[rilis]