Sempat Vakum, Palangka Raya Gandeng BBPP Binuang Gelar Pelatihan Budidaya Kedelai

KEDELAI merupakan salah satu komoditas strategis dan sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana tidak, secara tidak sadar, setiap hari kita mengkonsumsi kedelai dalam bentuk olahannya yaitu tahu dan tempe. 

Untuk memproduksi tahu dan tempe memerlukan biji kedelai secara kontinyu. Sedangkan hal tersebut belum dapat dipenuhi dari sumber lokal. Sehingga kita masih mendatangkan dari tempat lain, bahkan impor dari luar negeri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, Drs Renson MP ketika membuka Pelatihan Teknis bagi non aparatur Angkatan IV.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menyelenggarakan Pelatihan Teknis bagi Non Aparatur dengan tema budidaya kedelai pada 27 hingga 28 April 2021 di BPP Rakumpit, Kota Palangka Raya. 

Peserta pelatihan merupakan petani dan penyuluh di Kecamatan Rakumpit sebanyak 30 orang.
Pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya. 

Materi disampaikan oleh Widyaiswara BBPP Binuang, Ramadhani Kurnia Adhi, mulai dari Penyiapan Benih, Penyiapan Lahan, pemeliharaan Tanaman, Pengendalian OPT, Panen dan Pasca Panen. 

Pelatihan berlangsung dengan metode teori dan praktek, di mana peserta langsung terjun ke lapangan untuk bertanam kedelai.

Sebagai tidak lanjut, peserta diharapkan merawat tanaman yang sudah ditanam hingga panen. Hasil panen dapat digunakan kembali sebagai benih sehingga keberlangsungan pertanaman kedelai dapat berlanjut. 

Menurut data BPS Kota Palangka Raya tahun 2020, pertanaman kedelai yang terdapat di Kota Palangka Raya terakhir di tahun 2016. Setelah itu vakum pertanaman kedelai. 

Geliat untuk menanam kedelai dimulai tahun 2020 dengan adanya bantuan pengolahan biji kedelai. Untuk mengoperasikan alat tersebut memerlukan bahan baku. Mereka berharap bahwa bahan baku dapat disediakan secara mandiri.

Di tahun 2022 ada program pengembangan kedelai di Kecamatan Rakumpit. Akan tetapi, dengan semangat peserta, mereka mau mulai menanam kedelai di tahun 2021 secara mandiri.

Diharapkan pengembangan kedelai tersebut tidak terputus. Petani harus bisa menyediakan benih sendiri sehingga tidak tergantung pada bantuan benih kedelai.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar