Legislator Eskop Dorong Pemkab Bartim Jalankan RPJMD sesuai Visi Misi Bupati

Legislator Eskop Dorong Pemkab Bartim Jalankan RPJMD sesuai Visi Misi Bupati

TAMIANG LAYANG – Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Timur (Bartim), Ir. Eskop MAP, berharap agar pemerintah daerah benar-benar berkomitmen menjalankan fungsi dan tugasnya. Ini sesuai dengan visi dan misi kepala daerah, usai terbentuknya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Eskop yang juga merupakan mantan Sekretaris Daerah Bartim, usai memimpin Rapat Paripurna V Masa Sidang III Tahun 2025. 

Rapat yang digelar pada Jumat (1/9/2025) itu membahas penjelasan kepala daerah terhadap pengajuan Raperda RPJMD, dan turut dihadiri Wakil Ketua I DPRD, sejumlah anggota dewan, serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bartim.

Eskop menjelaskan bahwa RPJMD merupakan landasan utama pelaksanaan program kepala daerah, yang harus mengacu pada visi dan misi yang disampaikan saat kampanye. Menurutnya, Raperda RPJMD merupakan panduan strategis pembangunan daerah selama lima tahun ke depan.

"Peraturan daerah tentang RPJMD untuk 2025–2029 itu merupakan pedoman kerja lima tahunan yang akan dijalankan pemerintah daerah secara bertahap dalam program rencana kerja tahunan," ungkap Eskop kepada awak media.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada delapan program utama yang diusulkan pemerintah daerah dalam draf RPJMD tersebut. Namun, pihak DPRD masih menunggu tanggapan resmi dari seluruh fraksi sebelum pembahasan lanjutan dilakukan secara lebih mendalam.

“Ini akan dibahas kembali, dan nanti ada tanggapan dari fraksi-fraksi. Tapi seingat saya, sesuai aturan, 40 hari setelah masa kerja Bupati dimulai, seharusnya sudah dilakukan pembahasan rencana awal RPJMD,” jelas politisi dari Partai Gerindra itu.

Eskop menambahkan, berdasarkan ketentuan yang berlaku, Bupati terpilih wajib merumuskan RPJMD maksimal enam bulan setelah pelantikan. Hal ini penting agar visi dan misi yang dijanjikan kepada masyarakat bisa segera diterjemahkan ke dalam program pembangunan daerah.

Ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi antara program prioritas nasional, provinsi, dan daerah. Menurutnya, pemerintah daerah perlu bergerak cepat agar program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat bisa segera terealisasi.

“Kita tahu program nasional saat ini fokus pada ketersediaan pangan, dan Kalimantan Tengah sebagai lumbung pangan nasional harus menjadi prioritas. Barito Timur memiliki potensi besar di sektor pertanian, selain juga bidang kesehatan dan pendidikan. Maka program-program ini harus dijalankan sesuai potensi dan kebutuhan daerah,” pungkas Eskop.[adv]
Lebih baru Lebih lama