Saat Air Merendam Rumah, Kepedulian PWI Balangan Mengalir

Saat Air Merendam Rumah, Kepedulian PWI Balangan Mengalir

KETUA PWI Balangan saat salurkan bantuan untuk warga terdampak banjir.| foto : istimewa

PARINGIN – Di tengah genangan air yang merenggut kenyamanan dan meninggalkan duka, harapan tetap menemukan jalannya. Dari Bumi Sanggam, kepedulian tumbuh dan bergerak, menembus batas profesi dan kepentingan.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balangan kembali membuktikan bahwa peran jurnalis tidak berhenti pada menyampaikan kabar. Lewat aksi kemanusiaan, organisasi profesi ini turun langsung menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir, menghadirkan sentuhan empati di tengah situasi darurat.

Aksi sosial tersebut menjadi pengingat bahwa saat bencana melumpuhkan aktivitas, solidaritas justru menguat. Bantuan yang disalurkan tidak sekadar bersifat simbolis, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan nyata para penyintas, terutama kelompok paling rentan.

Perhatian khusus diberikan kepada bayi dan lansia, dua kelompok yang kerap menghadapi risiko paling besar saat bencana. Perlengkapan bayi serta kebutuhan lansia menjadi prioritas, sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan perlindungan ekstra.

Selain itu, berbagai kebutuhan pokok turut disalurkan, mulai dari beras, mi instan, sosis, hingga nugget, guna membantu mencukupi kebutuhan pangan warga di pengungsian. Pakaian layak pakai serta perlengkapan mandi juga diberikan demi menjaga kebersihan, kesehatan, dan martabat para korban banjir.

Aksi kemanusiaan ini bukanlah gerak tunggal. PWI Balangan menjadi simpul kebaikan yang menghimpun kepedulian dari berbagai elemen masyarakat dan mitra. Semangat gotong royong terwujud melalui kolaborasi bersama Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Himpunan Pekerja Balangan Coal, Komunitas Balogo Balangan, serta Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Balangan melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) yang ada di Bulog.

Ketua PWI Balangan, Fitri Murni Hidayattulah, melalui Ketua Bidang Kesejahteraan, Hindri Ambol, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan respons cepat atas kondisi warga yang terdampak banjir dan harus kehilangan kenyamanan tempat tinggal.

“Ini adalah panggilan nurani. Kami ingin hadir dan memastikan saudara-saudara kita tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi musibah ini,” ujarnya di sela penyaluran bantuan, Senin (29/12/2025).

Ia menambahkan, seluruh logistik yang disalurkan merupakan titipan kepercayaan dari masyarakat dan mitra yang disalurkan melalui PWI Balangan. Setiap bantuan yang diberikan diharapkan mampu menjadi penguat semangat bagi para korban untuk bangkit kembali.

Di tengah dinginnya air banjir dan beratnya cobaan, kehangatan solidaritas menjadi bukti bahwa kemanusiaan selalu menemukan cara untuk menyala.[arsyad]
Lebih baru Lebih lama