Gegerkan Warga Hilir Banua, Siswi Madrasah 13 Tahun Tewas Mengenaskan di Tangan Tetangga Sendiri

Gegerkan Warga Hilir Banua, Siswi Madrasah 13 Tahun Tewas Mengenaskan di Tangan Tetangga Sendiri

BARABAI -:Ketenangan warga Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), seketika pecah setelah seorang siswi Madrasah Tsanawiyah berinisial AFR (13) ditemukan tewas mengenaskan akibat luka senjata tajam di dalam kamarnya pada Selasa (3/2/2026) malam.

Korban yang dikenal sebagai siswi berprestasi di MTsN 4 Hulu Sungai Tengah ini ditemukan dalam kondisi bersimbah darah setelah warga mendengar jeritan pilu dari arah rumahnya. Tak butuh waktu lama bagi pihak kepolisian untuk membekuk pelaku berinisial RN (35), seorang pria yang tinggal di desa yang sama, yang terlihat melarikan diri sesaat setelah kejadian.

Seorang saksi mata di lokasi kejadian menceritakan detik-detik mencekam saat melihat pelaku keluar dari kediaman korban dengan gelagat yang sangat mencurigakan.

"Pelaku sempat terlihat keluar dari rumah korban dengan menenteng sebilah senjata tajam," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.

Kejadian yang berlangsung sangat cepat ini membuat warga tidak sempat memberikan pertolongan pertama kepada korban. Saat diperiksa, AFR sudah dalam kondisi luka berat pada bagian leher yang menyebabkan nyawanya tidak tertolong lagi.

"Pelaku dan korban tidak memiliki hubungan pribadi atau konflik yang diketahui sebelum insiden terjadi," tulis keterangan awal dari hasil penyelidikan di lapangan.

Pihak Polres Hulu Sungai Tengah yang bergerak cepat kini telah mengamankan pelaku untuk menghindari amuk massa.Kapolres HST Jupri JHP Tampubolon melalui Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aiptu M. Husaini, mengonfirmasi bahwa saat ini pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres.

"Saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Hulu Sungai Tengah," tegas Aiptu M. Husaini melalui pesan singkat kepada media.

Selain mengumpulkan bukti fisik di lokasi kejadian, polisi juga berencana melakukan pemeriksaan psikologis terhadap RN untuk menggali motif di balik aksi keji tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius pihak berwajib mengingat korban masih di bawah umur dan kejadiannya sangat mendadak.

"Langkah selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap pelaku untuk memastikan kondisi psikologisnya pada saat kejadian," pungkas Aiptu M. Husaini.[nata]
Lebih baru Lebih lama