Jadi Prioritas Google Indonesia, Ratusan Guru di HST Siap Kuasai Teknologi Kecerdasan Artifisial

Jadi Prioritas Google Indonesia, Ratusan Guru di HST Siap Kuasai Teknologi Kecerdasan Artifisial

BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah melalui Dinas Pendidikan resmi menggelar Gemini Academy 2026 guna membekali ratusan tenaga pendidik dengan keterampilan kecerdasan artifisial (AI) dalam menghadapi tantangan transformasi digital di dunia pendidikan, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Darul Istiqamah ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Google for Education Indonesia untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi masa kini. Sebanyak 207 peserta terpilih mulai dari jenjang PAUD hingga SMP akan mengikuti pelatihan intensif serta ujian sertifikasi internasional untuk meningkatkan kualitas pengajaran di Bumi Murakata.

Kepala Dinas Pendidikan HST, Muhammad Anhar, menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk respons daerah terhadap tuntutan zaman yang mengharuskan guru melek inovasi digital.

"Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud dukungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah terhadap program prioritas Kemendikdasmen dalam mendukung pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI)," ujar Muhammad Anhar dalam laporannya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani, yang hadir mewakili Bupati, merasa bangga karena prestasi digitalisasi pendidikan di HST mampu bersaing di tingkat regional meski dengan sumber daya yang terbatas.

"Kita sudah nomor dua se-Kalimantan, di bawah Kutai Kartanegara. Kalau Kutai Kartanegara kan mereka punya resource yang besar, sedangkan kita resource-nya relatif lebih kecil," ungkap Muhammad Yani memotivasi peserta.

Keistimewaan kegiatan ini juga ditegaskan oleh Dimas Prasetyo, Google Specialist untuk Kalimantan, yang menyebutkan bahwa komitmen tinggi Pemkab HST menjadikannya sebagai daerah istimewa di mata Google Indonesia.

"Hulu Sungai Tengah adalah salah satu dari delapan daerah prioritas Google dari Google Indonesia," jelas Dimas Prasetyo saat memberikan apresiasi di hadapan para pendidik.

Melalui Gemini Academy ini, para guru diharapkan mampu menggunakan teknologi AI secara aman dan bertanggung jawab untuk efisiensi administrasi serta kreativitas di ruang kelas. Dinas Pendidikan menargetkan mayoritas peserta berhasil meraih sertifikasi internasional sebagai bukti kompetensi profesional mereka.

"Kami juga memberdayakan potensi lokal berupa 10 orang tim fasilitator daerah yang terpilih dari 410 peserta yang lulus Gemini Academy tahun 2025 secara daring," pungkas Muhammad Anhar menambahkan keterlibatan alumni tahun sebelumnya.[nata]
Lebih baru Lebih lama