Dosen FKIP Universitas Sapta Mandiri Jadi Narasumber Seri Kuliah Etnografi Kalimantan di ULM

Dosen FKIP Universitas Sapta Mandiri Jadi Narasumber Seri Kuliah Etnografi Kalimantan di ULM

POSTER kegiatan Seri Kuliah Etnografi Kalimantan.| foto : istimewa

PARINGIN - Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sapta Mandiri Balangan, Muhammad Ihsan, M.Pd, menjadi narasumber dalam kegiatan Seri Kuliah Etnografi Kalimantan yang diselenggarakan oleh Program Studi Antropologi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom tersebut mengangkat tema “Dayak Ot Danum” dan diikuti oleh mahasiswa Antropologi serta peserta yang memiliki minat pada kajian budaya lokal Kalimantan.

Dalam pemaparannya, Muhammad Ihsan menjelaskan bahwa masyarakat Dayak Ot Danum memiliki sistem budaya yang kaya dan kompleks, yang terbentuk dari hubungan erat antara manusia, alam, serta kepercayaan spiritual yang diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui pendekatan etnografi, kita dapat memahami bagaimana sistem nilai, kepercayaan, hingga relasi masyarakat dengan alam membentuk kehidupan sosial masyarakat Dayak Ot Danum,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa pendekatan etnografi memungkinkan peneliti melihat kehidupan masyarakat adat secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi kebudayaan yang tampak, tetapi juga makna yang hidup di dalamnya.

“Etnografi membantu kita memahami masyarakat secara lebih utuh, mulai dari praktik ritual, struktur sosial, hingga cara masyarakat memaknai alam dan lingkungannya,” jelasnya.

Menurut Ihsan, kajian terhadap masyarakat adat juga memiliki kaitan erat dengan dunia pendidikan, terutama dalam pengembangan pembelajaran berbasis kearifan lokal.

“Nilai-nilai budaya yang hidup di masyarakat adat merupakan sumber pembelajaran yang sangat kaya. Jika diintegrasikan dalam pendidikan, hal ini dapat memperkuat pembelajaran yang lebih kontekstual dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat,” katanya.

Ia berharap kegiatan Seri Kuliah Etnografi Kalimantan dapat memperluas wawasan mahasiswa serta mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru mengenai budaya masyarakat adat di Kalimantan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami budaya sebagai pengetahuan, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga dan meneliti kekayaan budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menjadi ruang akademik untuk memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Dayak kepada kalangan mahasiswa dan akademisi, sekaligus mendorong pengembangan kajian etnografi yang berkontribusi pada pelestarian budaya lokal serta pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal di Kalimantan.[martin]
Lebih baru Lebih lama