BARABAI - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Tengah merangkul wartawan dan pegiat media sosial dalam sebuah diskusi kelompok terpumpun guna memperkuat strategi komunikasi serta mengedukasi masyarakat mengenai urgensi pemilahan sampah dari sumbernya mengingat kondisi tempat pemrosesan akhir yang telah melampaui kapasitas, Jumat (13/3/2026).
Langkah kolaboratif ini diambil sebagai respons atas timbulan sampah harian di Bumi Murakata yang mencapai 135 ton, namun hanya 60 ton yang mampu terangkut ke TPA.
Dengan komposisi sampah yang didominasi oleh limbah organik sebesar 96,44 ton, DLH HST kini memfokuskan program pada pengolahan sampah di tingkat hulu melalui inisiatif "SEDESA" (Sejahtera Dengan Sampah).
Transformasi pola pikir dari sekadar membuang menjadi memilah dan mengolah diharapkan mampu mengurangi beban residu di TPA yang sejak tahun 2022 tidak diperkenankan lagi untuk diperluas oleh pemerintah pusat.
"Ada beberapa titik seperti kontainer dan tempat pembuangan sementara yang menjadi perhatian karena masalah aroma tidak sedap serta penanganan yang belum memadai," ujar Kabid PSLB3K Dinas LH HST, Muhammad Fadillah, saat memaparkan evaluasi kendala lapangan.
Fadillah menekankan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mengubah kebiasaan konvensional masyarakat yang hanya bertumpu pada pola kumpul, angkut, dan buang tanpa adanya pemilahan mandiri.
"TPA kita telah penuh sejak tahun 2022 dan kebijakan pusat tidak mengizinkan pembangunan lahan baru, sehingga fasilitas yang ada hanya dapat dioptimalkan atau direhabilitasi," tambahnya mengenai keterbatasan infrastruktur akhir.
Guna mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah menawarkan solusi bernilai ekonomi melalui pemanfaatan limbah menjadi barang berdaya guna yang dapat menyejahterakan warga.
"Melalui program SEDESA, kami memiliki inisiatif seperti sedekah sampah, pembuatan pupuk, bank sampah, hingga produk kreatif seperti pestisida dan kerajinan tangan," jelas Fadillah merinci program unggulan daerah.
Meskipun mengubah kesadaran kolektif memerlukan waktu yang tidak singkat, DLH optimistis bahwa sinergi dengan media akan mempercepat pencapaian target nasional pada tahun 2030 mendatang.
"Target pemerintah pusat pada tahun 2030 adalah seratus persen sampah terkelola secara menyeluruh melalui kolaborasi edukasi yang menjangkau hingga ke pelosok daerah," pungkasnya secara optimistis.[nata]
Tags
humaniora
