Asah Jiwa Kepemimpinan, Puluhan Pejabat Strategis HST Jalani Diklat di IPDN Jatinangor

Asah Jiwa Kepemimpinan, Puluhan Pejabat Strategis HST Jalani Diklat di IPDN Jatinangor

BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), mengirimkan puluhan pejabat eselon II dan III untuk mengikuti pendidikan serta pelatihan pengembangan kompetensi kepemimpinan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) guna mencetak aparatur yang profesional dan inovatif dalam menghadapi dinamika birokrasi, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama lima hari di Lapangan Parade Abdi Praja ini diikuti oleh 36 peserta yang terdiri dari jajaran pimpinan tinggi pratama dan pejabat administrator di lingkungan Pemkab HST. 

Program strategis ini berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan integritas, serta pengembangan visi kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan zaman. 

Melalui kerja sama dengan IPDN, para pejabat diharapkan mampu menyerap materi kepemimpinan modern yang nantinya akan diimplementasikan untuk mengakselerasi pembangunan daerah. 

Langkah ini merupakan bentuk investasi sumber daya manusia demi mewujudkan pelayanan publik yang prima dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel di Bumi Murakata.

“Peningkatan kapasitas kepemimpinan aparatur sangat penting guna menjawab tantangan birokrasi yang semakin dinamis dan kompleks saat ini,” ujar Rektor IPDN, Halilul Khairi, saat membuka kegiatan secara resmi.

Sinergi antara akademisi dan praktisi pemerintahan ini diharapkan dapat menghasilkan standar baru dalam pelayanan masyarakat di daerah.

Bupati HST Samsul Rizal yang di wakili oleh Wakil Bupati HST Gusti Rosyadi Elmi mengatakan, Melalui diklat ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan kompetensi kepemimpinan, memperkuat integritas, serta memiliki visi yang inovatif. 

Visi yang inovatif dinilai menjadi kunci utama agar birokrasi tidak terjebak dalam rutinitas dan mampu menghadirkan solusi cepat bagi permasalahan warga.

“Peningkatan kapasitas aparatur menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik serta percepatan pembangunan daerah,” tambahnya. 

Integritas yang kuat dari para pejabat eselon II dan III diharapkan menjadi fondasi yang kokoh dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.

“Seluruh peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh ke dalam tugas dan tanggung jawab di instansi masing-masing,” tutupnya. 

Dampak nyata dari pelatihan ini ditunggu oleh masyarakat dalam bentuk perbaikan kinerja birokrasi yang lebih responsif dan berdampak pada kemajuan Kabupaten Hulu Sungai Tengah secara menyeluruh.[nata]
Lebih baru Lebih lama