Refleksi Tiga Dekade Otonomi, Bupati HST Ajak Kolaborasi Bangun Pendidikan Inklusif

Refleksi Tiga Dekade Otonomi, Bupati HST Ajak Kolaborasi Bangun Pendidikan Inklusif

BARABAI - Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) memadati Lapangan Dwi Warna Barabai dalam upacara khidmat guna memperingati Hari Pendidikan Nasional sekaligus merayakan tiga dekade perjalanan Otonomi Daerah ke-30 di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (4/5/2026).

Momentum ganda ini dimaknai sebagai refleksi kematangan desentralisasi sekaligus evaluasi terhadap transformasi pendidikan yang berfokus pada pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). 

Bupati Hulu Sungai Tengah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada sinergi antara kemandirian fiskal dan penguatan karakter sumber daya manusia yang unggul. 

Di tengah dinamika global, Pemerintah Kabupaten HST berkomitmen untuk terus mendorong digitalisasi pembelajaran serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan. 

Melalui ruang otonomi yang luas, daerah dituntut untuk lebih adaptif dalam menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat di Bumi Murakata.

"Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, tetapi merupakan upaya menumbuhkan potensi terbaik setiap anak bangsa dengan penuh ketulusan, kasih sayang, dan tanggung jawab," ujar Bupati HST, Samsul Rizal.

Filosofi ini ditekankan agar para pendidik di Kabupaten HST senantiasa mengutamakan pendekatan kemanusiaan dalam membentuk karakter generasi penerus.

"Pemerintah daerah dituntut untuk adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan dengan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat," tambahnya. 

Inovasi tersebut menjadi kunci utama dalam memanfaatkan wewenang otonomi daerah guna merespons isu-isu krusial seperti perubahan iklim dan ketahanan pangan secara mandiri.

"Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan pembangunan, menuntut integritas perencanaan serta peningkatan kemandirian fiskal," tegas Samsul Rizal saat memaparkan esensi desentralisasi.

Kerja sama yang harmonis antar-elemen pemerintahan dinilai akan mempercepat tercapainya keadilan sosial dan pelayanan publik yang prima bagi seluruh warga.

"Nilai-nilai 'asah, asih, dan asuh' harus tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman," tutupnya. 

Komitmen bersama ini diharapkan mampu membawa Kabupaten Hulu Sungai Tengah menjadi daerah yang kompetitif, berdaulat secara ekonomi, dan unggul dalam kualitas pendidikan nasional.[nata]
Lebih baru Lebih lama