BARABAI – Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman warga di Jalan Gerilya, Desa Ilung, Kecamatan Batang Alai Utara (BAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pada Kamis (9/7/2026) dini hari sekitar pukul 00.15 Wita.
Api dengan cepat menjalar ke bangunan sekitar karena sebagian besar rumah di lokasi tersebut terbuat dari bahan kayu, sehingga kerusakan tak terelakkan.
Tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam peristiwa ini, namun kerugian harta benda dialami langsung oleh lima kepala keluarga yang tempat tinggalnya terbakar.
Berdasarkan data yang dihimpun, rumah milik Wahidah ludes terbakar 100 persen beserta seluruh dokumen penting yang ada di dalamnya.
Keluarga yang terdiri dari tiga orang itu juga kehilangan seluruh barang milik, termasuk perlengkapan sekolah anaknya, Sarifatul Lutfiah, siswa kelas VII SMPN 11 HST.
Sementara itu, rumah milik ahli waris almarhum Rohani yang ditinggali Zainal Muttaqin mengalami kerusakan sekitar 35 persen. Rumah milik Husna Farida dan Husnah masing-masing rusak sekitar 15 persen, serta rumah milik Siti Asiyah mengalami kerusakan ringan sekitar 5 persen, dan dokumen penting keempat warga tersebut selamat dari jilatan api.
Tim Reaksi Cepat BPBD dan Damkar HST segera dikerahkan ke lokasi, didukung unsur TNI, Polri, Satpol PP, tim Balakar, Tagana, relawan, petugas PLN, aparat desa, serta masyarakat sekitar untuk memadamkan api dan mengamankan lingkungan.
Upaya pemadaman dilakukan secara teliti dan hati-hati guna mencegah api kembali berkobar, hingga akhirnya dinyatakan padam sepenuhnya sekitar waktu pengamatan.
Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadinor, menyampaikan rincian dampak kejadian tersebut.
“Total lima unit bangunan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang beragam, mulai dari yang ludes hingga kerusakan ringan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penanganan pasca kebakaran segera dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi potensi bahaya sisa kebakaran.
“Kondisi di lokasi sudah aman, api sudah dinyatakan padam seratus persen dan tidak ada lagi indikasi penyalaan ulang,” jelas Fitriadinor.
Pihaknya juga telah memastikan keselamatan seluruh penghuni rumah maupun warga sekitar. “Syukurlah tidak ada satu pun warga yang menderita luka maupun kehilangan nyawa dalam musibah ini, namun kerugian materi yang dialami cukup terasa bagi keluarga yang terdampak,” tambahnya.
Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menelusuri akar permasalahan kejadian tersebut.
“Penyebab pasti terjadinya kebakaran masih dalam tahap penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib,” tegasnya.
Pihak berwenang juga mengimbau seluruh masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di lingkungan pemukiman padat penduduk.
“Selalu periksa instalasi listrik dan kompor sebelum meninggalkan rumah atau beristirahat, guna mencegah musibah yang tidak diinginkan,” pungkasnya.[nata]
Tags
peristiwa
