Melalui BBPP Binuang, BPPSDMP Dampingi Poktan Penerima Bantuan Saprodi di HSS

KANDANGAN - Bawang merah merupakan salah satu komoditas ekspor yang menjadi perhatian dari Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Ditjen Hortikultura. Kawasan pengembangan bawang merah tahun 2020 khusus di Kalimantan Selatan seluas 176 hektare tersebar di 6 kabupaten.

Semangat petani dan penyuluh pertanian meningkatkan produksi bawang merah tidak pernah berhenti, meski dihantui tertular virus corona di tambah lesunya pasar dikarenakan terhambatnya distribusi disertai penurunan daya beli masyarakat.

Dalam menghadapi situasi di tengah wabah Covid-19, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menegaskan, pertanian merupakan garda terdepan pencegahan infeksi virus berbahaya itu.

Ini dikarenakan, pertanian berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan untuk menjaga imunitas tubuh.

“Kegiatan tidak boleh berhenti, bahkan peran penyuluh justru menjadi sangat penting untuk meningkatkan produksi pertanian,” kata Dedi.

Sinergitas kegiatan antar Eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertanian berjalan harmonis.

BPPSDMP melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang turut mendampingi buruh tani yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani penerima bantuan sarana produksi berupa zat perangsang tumbuh, benih dan pupuk organik.

Acara pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) dan BBPP Binuang di Desa Jelatang, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jumat (17/4/2020).

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Hulu Sungai Selatan, Jumai menyampaikan ucapan terima kasih kepada BBPP Binuang memberikan teknologi kearifan lokal di saat hadir pada kegiatan demplot bawang merah.

“Menanam bawang sudah menjadi kebiasaan buruh tani dan penggarap. Setelah menanam kacang tanah yang siap panen di bulan ramadhan selanjutnya ditanami bawang merah," ungkap Jumai.

Budi juga manambahkan, bantuan saprodi diperkirakan awal Mei sudah tiba. Poktan penerima bantuan tersebar di 3 Kecamatan, yaitu Kecamatan Padang Batung seluas 15 hektare Loksado seluas 3 hektare dan di Angkinang  seluas 2 hektare.

Petugas POPT Kecamatan Padang Batung, Budi menyebutkan penggunaan pupuk organik, PGPR zat perangsang tumbuh dan trichoderma sudah menjadi kebiasaan mereka. 

“Bahkan sudah ada petani yang memproduksi sendiri PGPR dan mengembangkan trichoderma," ungkap Budi.

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam arahannya memotivasi bahwa profesi sebagai petani adalah pilihan yang paling tepat, tidak pernah terkena imbas krisis ekonomi. 

Saat ini telah terjadi krisis ekonomi dunia, tapi pertanian masih tetap berproduksi meski terjadi penurunan harga jual akibat distribusi yang terhambat.

“Lakukan terobosan pasar dengan memanfaatkan internet secara online. Hal ini bisa dilakukan apabila BUMDes dan petani milenial menginisiasi," tutur Yulia.

Sejalan dengan arahan Dedi Nursyamsi bahwa UPT pelatihan harus proaktif, jangan mengatakan kami tidak dilibatkan pada kegiatan Eselon 1 lainnya. Tugas kita memintarkan SDM. 

BBPP Binuang mensinergikan kegiatan pendampingan dengan program dari Dirjen Hortikultura, Kementan. 

“Pendampingan ini langsung menyentuh petani serta memberi semangat petani mudah-mudahan dimanfaatkan untuk mengembangkan kawasan bawang merah di Kecamatan Padang Batung," pungkas Yulia.[advertorial

Posting Komentar

0 Komentar