Dibidik Jadi Penghasil Padi, Produksi Varietas Mekongga Tinggi di Masa Peralihan New Normal

BARABAI – Dengan datangnya hujan, menandakan kemakmuran dan harapan itu masih ada. Harapan akan ketersediaan pangan di masa menjelang new normal yang bakal digulirkan pemerintah selepas pandemi Covid-19.

Pandemi ini sendiri telah begitu mewabah hampir di seluruh pelosok negeri dan telah hampir melumpuhkan perekonomian nasional secara global. 

Sebagaimana yang diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, pandemi Covid-19 telah cukup mengganggu bidang pertanian, mulai dari sektor produksi, distribusi bahkan pemasaran yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang juga mandek. 

Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, apapun yang terjadi, bidang pertanian harus terus berjalan bahkan diyakini harus menjadi pemegang kendali utama bagi ketersediaan pangan seluruh rakyat Indonesia. 

Salah satu cara yang dapat ditempuh dalam ketersediaan pangan tersebut, yaitu dengan meningkatkan produksi padi dengan meningkatkan indek pertanamannya. 

Selaras apa yang diungkapkan oleh Kepala BPPSDMP, petani yang tergabung dalam Poktan Suka Maju  Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tidak mau tinggal diam dan berpangku tangan. Mereka terus berusaha agar ketersediaan pangan tetap dapat tercukupi di saat musim kemarau nanti. 

Setidaknya hal ini ditandai dengan masih besarnya usaha petani dengan memanfaatkan sisa hujan yang masih turun di tengah ancaman musim kemarau yang akan datang, dengan melakukan percepatan tanam padi kedua IP 200 varietas Mekongga, Sabtu (20/6/2020) dengan luas tanam lahan sawah sebesar 6 hektare. 

Ketua Poktan Suka Maju, Subhan mengatakan, varietas Mekongga ini bila sudah menjadi nasi merupakan salah satu varietas favorit masyarakat Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan sekitarnya.

Di mana, lanjutnya, dengan tekstur yang pulen dan berwarna putih bersih, beras dari varietas Mekongga sangat baik bila dimasak dengan campuran besar varietas lokal Kalimantan seperti Siam Unus, Siam Rukut, dan Siam Mutiara.

Petugas Penyuluh Lapangan, Eis Maria Ulpah SP yang juga mendampingi saat penanaman padi menambahkan, varietas padi Mekongga merupakan salah satu varietas unggul hasil persilangan dari varietas padi IR 64.

Padi varietas ini memiliki umur panen cukup cepat yaitu sekitar 116 hingga 125 hari dengan anakan produktif sekitar 13 sampai 16 batang serta tahan terhadap wereng coklat biotif 2 dan 3, tahan terhadap penyakit bakteri daun (strain IV). 

Dari berbagai penelitian, varietas Mikongga ini juga memiliki potensi hasil panen gabah sebesar 8.4 ton per hektare, sehingga hal inilah yang mendorong dan memacu Poktan Suka Maju untuk menanam varietas padi tersebut.

Janainah S.Pt, selaku Koordinator BPP Labuan Amas Selatan (LAS) juga memberikan support yang besar pada petani di seluruh binaan Balai Penyuluhan Pertanian LAS dengan mendampingi ataupun mengintruksian pada PPL yang di koordinirnya untuk terus melakukan pembinaan.

Pembinaan sekaligus pendampingan pada petani ini dilakukan di setiap kegiatan, khususnya yang terkait pada proses penanaman dan produksi padi yang ada di wilayah kerjanya.[advertorial]

Penulis: Septiana
Editor: Anshari

Posting Komentar

0 Komentar