Masih Covid-19, Penyuluh Rantau Badauh Ikuti Bimtek Online Wisatani

MARABAHAN - Pandemi Covid 19 yang melanda di dunia hingga sekarang ini, tampak masih mewabah. Alhasil, negara-negara pun membuat aturan guna mencegah meluasnya virus tersebut. 

Secara umum, ketentuan yang ditetapkan di hampir semua negara termasuk Indonesia, antara lain dengan menerapkan jaga jarak, penggunaan masker, serta cuci tangan.

Dengan aturan tersebut, banyak aktivitas masyarakat yang berkurang seperti aktivitas di pasar, perkantoran dan di tempat-tempat umumnya. Sementara aktivitas yang dilakukan masyarakat tentunya untuk kelanjutan hidupnya.

Pun halnya dengan aktivitas yang dilakukan oleh petani, seperti budidaya padi untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Guna keberhasilan petani dalam melakukan aktivitas pertanian, tentunya harus dibarengi dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan oleh penyuluh melalui mengikuti berbagai macam pelatihan.

Akan tetapi kegiatan pelatihan-pelatihan bagi PPL di masa pandemi Covid-19 ini menjadi kendala, karena adanya ketentuan-ketentuan protokol kesehatan 

Kendala tersebut ternyata sekarang ini sudah dapat diatasi melalui kegiatan pelatihan yang dilakukan secara online, seperti yang dilakukan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Kalimantan Selatan. 

BBPP Binuang pada 19 Juni 2020 menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema “Identifikasi dan Pengendalian Penyakit Bulai (downy mildew) pada tanaman jagung (Zea Mays L.)"

Dengan narasumber Widyaiswara BBPP Binuang, Budiono SP MP, kegiatan tersebut dikemas dengan nama Wisatani (Widyaiswara Sapa Kostratani) dengan menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meetings.

Bimtek online disambut baik oleh Koordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Rantau Badauh Kabupaten Barito Kuala. Pada acara tersebut Kaswaryadi S.Pt selaku koordinator memerintahkan kepada 6 PPL-nya untuk mengikutinya.

Menurut Kaswaryadi, kegiatan Bimtek yang dilakukan secara online ini sangat memberikan manfaat, karena kebutuhan para penyuluh dalam meningkatkan pengetahuan untuk nantinya disampaikan kepada para petani 

Penyuluh tampak sangat antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. Salah satu penyuluh menyatakan bahwa ternyata penyakit bulai pada tanaman jagung dapat dikendalikan dengan mudah

Kaswaryadi meminta kepada para rekan-rekan penyuluh yang telah mengikuti acara Bimtek tersebut, segera membuat materi penyuluhan mengenai identifikasi dan pengendalian penyakai bulai. 

“Bimtek online ini sangat dirasakan positif, murah dan aktivitas penyuluh tidak terganggu dan juga tidak melangggar ketentuan protokol kesehatan Covid-19. Kami berharap kegiatan semacam ini dapat dilakukan minimal 1 bulan sekali,” pungkas Kaswaryadi.[advertorial]

Posting Komentar

0 Komentar