Menuju New Normal, Protokol Kesehatan Harga Mati

BATULICIN - Tim Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kalimantan Selatan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Tracing dan Tracking Covid-19 di Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (14/6/2020).

Rakor yang difasilitasi Pemkab Tanbu dan dipusatkan di kawasan Kapet ini, turut dihadiri seluruh Kepala Puskesmas serta unsur Medis di Bumi Bersujud.

Juga tampak Kapolres Tanbu AKBP Sugianto Marweki, Dandim 1022/Tnb Letkol Czi Bintarto Joko Yulianto, Wakil Bupati Tanbu H Ready Kambo, Sekdakab H Rooswandi Salem, Kepala Dinas Kesehatan Tanbu, H Setia Budi serta beberapa Camat.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Abdul Haris Makkie mengatakan, masyarakat harus paham tentang penerapan protokol kesehatan. Ini penting dipahami sebelum masuk ke wilayah tatanan kehidupan baru atau new normal.

"Kalau protokol kesehatan tidak diterapkan, sama saja kita bunuh diri," tutur Haris saat diwawancarai metrokalimantan.com

Untuk itu, lanjutnya, pendisiplinan masyarakat itu penting, sembari menuju kedisiplinan tatanan kehidupan baru.

"Jadi yang paling penting itu bagaimana, protokol kesehatan itu harga mati," tegasnya.

Menurutnya, meski nanti ditemukan vaksin dan virus Covid-19 berakhir, protokol kesehatan juga tetap wajib menjadi bagian normal dalam kehidupan.

Sementara itu, Wabup Ready mengungkapkan, untuk menuju new normal, masyarakat harus memperhatikan dan menggunakan protokol kesehatan.

Sekda Rooswandi menambahkan, sosialisasi untuk protokol kesehatan  terus dilakukan Tim Gugus Tugas. Sosialisasi dan informasi mengedukasi penerapan SOP protokol kesehatan itu penting agar bisa menjadi keharusan.

"Kalau melihat kondisi, selama masyarakat tidak bisa mematuhi protokol kesehatan, kita akan kesulitan menuju tataanan kehidupan baru," tandasnya.

Ada poin-poin yang harus dipenuhi untuk menuju new normal, salah satunya kedesiplinan masyarakat. "Kalau kita sepakat, masyarakat Tanah Bumbu menuju new normal, maka mulai hari ini harus melakukan protokol kesehatan," imbuhnya.

Sehingga, sambung Rooswandi, saat Pemerintah Pusat melakukan evalusi, Bumi Bersujud bisa mendapatkan persetujuan tersebut.

Di momen ini, Haris yang notabene Sekdaprov Kalsel juga turut menyerahkan alat rapid test sebanyak 800 plus 400 hand sanitizer kepada Wabup Ready.[joni]