Perkirakan Hasil Panen, Petani di HSS Lakukan Ubinan

KANDANGAN - Ketersediaan pangan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan masih mencukupi, menyusul strategi olah dan tanam yang diterapkan para petani dan penyuluh di Kecamatan Kalumpang. 

Para penyuluh petani tetap menjaga ketahanan pangan dengan menanam padi, walaupun pandemi covid masih merebak.

Apa yang dilakukan petani dan penyuluh di HSS, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dalam banyak kesempatan, Mentan SYL meminta penyuluh, petani dan seluruh insan pertanian tetap turun ke lapangan.

“Seluruh insan pertanian harus turun ke lapangan, tetap bekerja untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Dan tetap bekerja memperjuangkan ketersediaan pangan serta tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19,” kata Mentan SYL, Jumat (12/6/2020).

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan pangan adalah masalah yang sangat utama. 

“Kita harus pastikan ketersediaan pangan. Karena pangan menentukan hidup matinya suatu bangsa. Petani harus tetap semangat tanam, semangat olah, dan semangat panen. Ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti di tengah wabah Covid-19,” katanya.

Kelompok Tani (Poktan) Kupang Bawah diketuai Ismail berlokasi di Desa Sirih didampingi Penyuluh dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kalumpang melakukan pengubinan tanaman padi, Rabu (10/6/2020).

Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan petugas pertanian maupun statistik untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah.[advertorial]