Sukseskan Food Estate, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Tematik Pengorganisasian Poktan

KUALA KAPUAS - Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program Food Estate, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang memberikan pelatihan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pengorganisasian dan administrasi kelompok tani (Poktan). 

Mentri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan bahwa SDM menjadi kunci utama kesuksesan program Food Estate di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Untuk itu, beragam pelatihan diberikan secara rutin. Karenanya diharapkan semua stakeholder Food Estate bisa melakukan inovasi dan pengembangan program lebih lanjut. 

Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi, posisi SDM menjadi vital karena hampir 50 persen menjadi kunci keberhasilan pertanian. Diharapkan dengan berbagai program pelatihan yang diberikan dapat menumbuhkan beragam inovasi untuk mendukung dan menyukseskan Food Estate.
 
Terkait hal ini, BBPP Binuang menyelenggarakan Pelatihan Tematik Berbasis Korporasi Mendukung Food Estate Angkatan XVIII Pengelolaan Organisasi Kelompok IV. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Oktober 2020.

Pelatihan sendiri dipusatkan di Balai Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas. Kali ini Fasilitator utama dalam pelatihan dari Widyaiswara BBPP Binuang, Septiana, SP MP dan Binda Kharismarina W, SH MM dari PPMKP Ciawi, Bogor. 

Septiana selaku fasilitator utama dalam pelatihan ini mengatakan, pelatihan ini sangat penting sebagai dasar di mana pemerintah sedang gencar membangun korporasi.

"Maka perlu dibangun Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu dari petani dalam mendukung program food estate,” tuturnya. 

Berbicara tentang Food Estate, tentu sebagai penggerak utama adalah kelompok petani, mengingat mereka merupakan garda terdepan, sehingga pelatihan ini lebih diprioritaskan administrasi serta pembukuan secara baik.

Lebih lanjut Septiana menyampaikan, para petani secara praktik di lapangan sudah sangat baik, akan tetapi mereka masih lemah pada administrasi pembukuan dan arsip.

Sehingga sangat perlu diberikan pengetahuan tentang hal tersebut lebih dalam. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan ini, para pengurus Poktan mau dan mampu melaksanakan pengadministrasian Poktannya secara baik dan benar. 

“Ini yang mau kami bangun, karena dibilang Gapoktan antara ada dan tiada. Dibilang ada ketika ada bantuan kalau tidak ada redup. Dari data ini kita akan tahu perkembangan petani dalam setiap tahunnya,” ujarnya.

Pada pelatihan kali ini, peserta terdiri dari PPL BPP Kecamatan Bataguh dan pengurus kelompok tani yang terdiri dari 5 desa, yaitu Desa Terusan Karya, Terusan Makmur, Terusan Mulya, Terusan Begantan dan Terusan Baguntur.

Para peserta ini nantinya secara langsung terlibat dalam pembentukan korporasi pada program Food Estate.
 
Saeri, salah satu peserta pelatihan sangat berterima kasih dengan adanya pelatihan ini. Pengurus Poktan dapat terbuka wawasan dan pengetahuannya tentang segala sesuatu yang terkait pengorganisasian kelompok mulai dari manajeman, aturan, pembagian tugas pengurus, dan administrasi pengorganisasian kelompok yang selama ini belum ada. 

"Harapan ke depannya, BBPP Binuang masih dapat memberikan pendampingan dan bimbingan baik secara langsung di lokasi maupun secara virtual, agar ilmu pengetahuan yang didapatkan peserta pada pelatihan ini dapat terus berlanjut dan diaplikasikan pada kelompok taninya,” tutup Saeri.[septiana]

Posting Komentar

0 Komentar