Tim Food Estate Kalteng Kembali Dampingi 16 BPP

BANJARBARU - Koordinasi pelaksanaan Food Estate di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah, yang meliputi Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau digelar di Hotel Q-Daffam, Banjarbaru, Rabu (21/10/2020).

Setelah itu, Tim yang terdiri dari Penyuluh Pertanian Kementan (pusluhtan), Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, dan tentunya tim SMK-PP Negeri Banjarbaru kembali mengunjungi wilayah yang menjadi pusat pelaksanaan Food Estate di Kalimantan Tengah.

Tim sendiri melakukan pendampingan dan pengawalan di 16 Balai Penyuluhan Pertanian yang ada di 2 Kabupaten di Kalimantan Tengah, di antaranya Kabupaten Kapuas (11 BPP) dan Kabupaten Pulang Pisau (5 BPP), yang dimulai Kamis (22/10/2020) sampai Sabtu (24/10/2020).

SMK-PP Negeri Banjarbaru yang menjadi tim Food Estate Kalimantan Tengah membantu tim pusat (Pusluhtan) melihat perkembangan, koordinasi, pengumpulan data, melihat kondisi lapangan di kedua Kabupaten tersebut.

Selain itu, tim ini juga mengajak kelompok tani, Gapoktan untuk menjadi korporasi.

Selain pendampingan di 16 BPP, Tim Food Estate Kalimantan Tengah yang dipimpin oleh Puslatan juga melakukan Sosialisasi Korporasi di tingkat petani oleh tim dari Pusat Penyuluhan Pertanian Kementan yang dilaksanakan di 3 BPP yaitu, BPP Kecamatan Dadahup, BPP Kecamatan Pandih Batu dan BPP Kecamatan Bataguh.

Perlu diketahui bahwa kegiatan Food Estate difokuskan untuk pengembangan pada areal pertanian eksisting seluas 30.000 hektare di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

Intensifikasi lahan pada lokasi Food Estate ini dilakukan dengan meningkatkan kemampuan lahan pertanian di lahan rawa melalui pemberian sarana produksi pertanian.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), program ini sangat bagus secara ekonomi, ada banyak manfaat ekonomi yang didapat petani dan masyarakat dalam pengelolaan satu kawasan Food Estate. Semua potensi ini dikembangkan secara komprehensif dan terukur.

“Food Estate akan menjadi sentra ekonomi baru bagi Kalteng bahkan Indonesia. Aktivitas pertanian dilakukan komprehensif dengan basis korporasi. Komoditasnya sangat beragam dengan value ekonomi besar. Intinya, Food Estate akan terus mendongkrak perekonomian masyarakat selain lumbung pangan nasional,” papar Menteri SYL.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi menyatakan jajarannya siap bekerja maksimal untuk Food Estate, salah satunya di Kalimantan Tengah dengan mengawal dan mendampingi SDM Pertanian mendukung korporasi petani. 

“Kita akan memastikan pendampingan terhadap petani di lokasi Food Estate berjalan maksimal. Khususnya dalam hal korporasi petani,” pungkasnya.[willy/adv]