Gesang, Petani Milenial Penggerak Pembangunan Pertanian

HINGGA tahun 2025, Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan sebanyak 2,5 juta petani milenial lahir. Hal ini bertujuan agar pertanian terus bertumbuh kembang di Indonesia. 

Regenerasi petani menjadi menu wajib yang harus dilakukan untuk  mempertahankan pertanian agar dapat mencukupi kebutuhan, terutama pangan negeri sendiri.

"Hanya 30 persen saja petani yang usianya di bawah 40 tahun. Mereka itulah petani milenial," terang Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BBPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, sebagian besar petani kita kolonial. Dalam waktu 10 tahun yang akan datang, mereka akan tidak produktif lagi. Karena itu siap tidak siap, kita harus genjot pertumbuhan petani milenial.

"Petani muda harus berkiprah di sektor pertanian," tegasnya.

Gesang Mitro waluyo, seorang pemuda yang terlahir di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat 30 tahun yang lalu ini, kini aktif memimpin P4S Agro Tujuh Belas Mandiri (ATM) dan terus berupaya berkiprah dan berkontribusi dalam rangka pembangunan pertanian di wilayahnya.

Gesang terus mengembangkan potensi yang ada di sekitarnya. di atas tanah seluas 6 hektare yang Ia miliki berusaha dimaksimalkan. Di antaranya 4,5 hektare tanaman bengkuang, cabe keriting dan tomat, timun 1 hektare, lahan king grass (pakan hijauan) 0.5 hektare, untuk berternak sapi, serta ke depannya akan ada unit usaha lainnya berupa pengolahan limbah. Sehingga akan terbentuk sistem pertanian terpadu.

Saat ini, beliau menerima berkahnya untuk panen bengkuang sebanyak 6 ton, dengan harga yang menguntungkan didukung waktu perayaan imlek dalam waktu dekat yaitu 7000 per kilogram di wilayah Singkawang. 

Artinya beliau mendapatkan hasil hingga 42 juta rupiah dalam waktu 4 hingga 5 bulan, belum lagi hasil panen komoditas lainnya.

Namun penjualan bengkoangnya masih dalam bentuk umbi bengkoang segar. Sehingga Ia menyadari masih ada pekerjaan rumah yang besar untuk meningkatkan nilai tambah dari produk bengkoang segar dalam bentuk olahan. 

Selain itu, juga berusaha mencari pasar dengan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan bengkoang sebagai bahan baku.

“Pertanian adalah bisnis tanpa batas yang sangat menjanjikan, menopang kebutuhan perkembangan jaman, maju tumbuhkembangnya pemuda petani awal besarnya suatu bangsa,” pesan Gesang untuk kaum milenial.

Dari pesan tersebut ada harapan agar pemuda tak perlu canggung untuk terjun kedunia pertanian. Bahkan telah banyak pemuda yang berhasil saat mereka menggeluti dunia pertanian.[rilis]

Posting Komentar

0 Komentar