Tekan Dampak Serangan Burung, Petani Panen Padi Lebih Awal

BURUNG merupakan salah satu hama yang menyulitkan petani padi menjelang panen. Serangan burung biasanya sudah mulai saat padi memasuki stadia masak susu hingga panen. 

Serangan burung ini jika tidak dikendalikan dengan masif akan mengurangi potensi panen sampai 50 persen. 

Hamparan tanaman padi seluas 43 hektare di Desa Batu Raya, Kecamatan Kahayan Kuala tidak luput dari serangan burung. Jenis burung yang menyerang adalah burung pipit. 

“Burung pipit semakin hari bertambah banyak berdatangan menyerang padi kami, sehingga minggu depan kami inisiatif untuk memulai panen,” kata Iwan Efendi, Ketua Kelompok Tani Raden Raya.

Saat dihubungi via telepon, Abdah Attamimi, penyuluh pertanian setempat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan POPT dan TNI untuk melakukan kontrol terhadap hamparan ini. 

Pihaknya juga telah memberikan tembusan ke Dinas Pertanian Pualng Pisau untuk mengambil tindakan panen padi lebih awal, mengingat bagaimana pun ini termasuk program Food Estate.

“Dari pada petani tidak panen sama sekali, maka jadwal yang seharusnya akhir Februari kita majukan minggu depan,” jelas Abdah Attamimi.

Menurutnya, petani sudah cukup terporsir selama beberapa minggu terakhir. Diawali dari genangan air yang merendam lahan yang terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan air pasang. 

"Dan minggu-minggu ini muncul serangan burung pipit," imbuhnya.

Memang perlu pertimbangan yang matang untuk memutuskan waktu panen antara memastikan stadia masak penuh (mature grain) dengan menekan losses akibat serangan burung. 

Gabah yang siap panen diindikasikan dengan kadar air gabah 21 sampai 26 persen, 95 persen gabah sudah menguning dan daun bendera telah mengering. Namun tentu jika menunggu parameter panen ideal seperti itu akan meningkatkan losses akibat serangan burung.

“Perkiraan produktivitas panen padi di hamparan ini tidak kurang dari 2,5 ton per hektare,” tambahnya.

Rendahnya produktivitas ini, selain diakibatkan oleh serangan burung juga rendaman air yang menggenangi hamparan ini berulang kali pada bulan Desember lalu.[rilis]

Posting Komentar

0 Komentar