BBPP Binuang Berdayakan Petani Terdekat

KALI ini, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang hadir di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Hatungun, yang jaraknya hanya 9,5 kilometer dari kantor BBPP Binuang. 

Kehadiran Widyaiswara BBPP Binuang diwakili oleh Soleh Wahyudi dan Aman Nurrahman Kahfi. Kehadiran Widyaiswara ini membawa beberapa fasilitas untuk mendukung pemberdayaan yang dilakukan di kawasan BPP Hatungun. 

Sebelumnya, Widyaiswara BBPP Binuang telah hadir di BPP Binuang dengan program yang sama.

Program yang ditujukan untuk meningkatkan kapasitas petani baik teknis maupun manajerial ini, sementara diinisiasi oleh Widyaiswara BBPP Binuang pada dua BPP Kostratani yang terdekat dengan Kantor BBPP Binuang, yaitu BPP Binuang dan BPP Hatungun. 

Kehadiran BBPP Binuang di BPP Hatungun disambut hangat oleh Keluarga Besar BPP Hatungun yang terdiri atas Koordinator BPP, penyuluh dan tenaga lapangan yang semuanya berjumlah 6 orang.

Dalam sambutannya, Koordinator BPP Hatungun, Muhammad Amin menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya atas inisiasi pemberdayaan yang dilakukan oleh BBPP Binuang. 

Harapannya kegiatan ini menjadi sarana komunikasi dan kerjasama yang erat antara BBPP Binuang dan BPP Hatungun, karena pemberdayaan merupakan kerja yang melalui proses panjang. Jadi tentu waktunya pasti tidak singkat dan instan. 

“Kami sangat berterima kasih kepada BBPP Binuang yang telah mau turun ke BPP Hatungun mengikuti dan mendampingi kami. Kami malah sangat berharap kerjasama ini tidak berhenti di sini. Banyak yang bisa dikerjasamakan misalnya pembuatan demplot, pelatihan-pelatihan bagi penyuluh dan petani selain tentunya pemberdayaan petani," ungkap Muhammad Amin.

Tentu untuk menjalin hubungan yang baik dengan petani diperlukan fasilitas, bukan sekedar saran dan kata-kata. Maka Widyaiswara BBPP Binuang pada tahap awal ini membawa sedikit fasilitas sebagai penyambung hubungan. 

“Pada kesempatan ini kami membawa berupa bibit tanaman dan polibag sebagai salah satu media untuk menjalin kedekatan antara kami sebagai fasilitator pemberdayaan dengan petani," tegas Aman Nurrahman Kahfi.

Kegiatan setelah ini akan dilanjutkan dengan pemberian bimbingan mengenai pembuatan media tanam dalam polibag, yang selanjutnya dilakukan pindah tanam. 

Kegiatan ini dijadwalkan pada hari ini, Kamis (1/4/2021) ini di BPP Hatungun. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, penguatan BPP melalui program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) merupakan gerakan pembaharuan pembangunan pertanian kecamatan. 

“Pembangunan dilakukan melalui optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan pertanian," kata Mentan Syahrul dalam keterangan tertulis Humas Kementan, Rabu (10/3/2021).

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi menyampaikan tentang pentingnya SDM untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Ternyata SDM Pertanian memegang peran yang sangat penting dalam pertanian kita. Dulu di zaman orde baru pada tahun 1984 Presiden Soeharto mampu membawa Indonesia swasembada pangan. Mengapa hal itu bisa terjadi, tidak lain karena konsolidasi pergerakan penyuluh seluruh Indonesia untuk meningkatkan produktivitas pertanian," kata Dedi.[rilis]