BBPP Binuang Latih Petani Food Estate Susun Rencana Bisnis

BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali menggelar Pelatihan Tematik Berbasis Korporasi Mendukung Food Estate Angkatan VI (Perencanaan Usaha Agribisnis). Ini sebagai bagian dari dukungan penuh berkelanjutan menyukseskan program Food Estate di tahun 2021 ini. 

Pelatihan Perencanaan Usaha Agribisnis ini berlangsung selama 3 hari, mulai 6 hingga 8 April 2021. Peserta berasal dari 4 desa, yaitu Desa Kuala Kapuas, Sei Baru Tewu, Tahai Baru dan Tahai Jaya di Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Acara Pembukaan pelatihan dihadiri dan dibuka oleh perwakilan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Pulang Pisau, Zakaria. Turut hadir Kepala BPP Maliku, Ruswati SP, Widyaiswara BBPP Binuang sekaligus Kordinator Akademik Tota Totor Naibaho SP MP dan para penyuluh pertanian serta semua peserta pelatihan. 

Peserta pelatihan kali ini lebih spesifik, yaitu para anggota Gapoktan Bersama ‘Cahaya Kahayan Modern’.

Zakaria selaku perwakilan Kepala Distan Pulang Pisau dalam sambutannya berharap agar peserta pelatihan dapat mengikuti dan memanfaatkan pelatihan ini dengan baik.

Menurutnya, pelatihan ini akan membantu memfasilitasi semua pengurus Gapoktan Bersama atau perwakilan Kelompok Tani dalam menyusun rencana usaha di masing-masing kelompok tani dan Gapoktan Bersama ‘Cahaya Kahayan Modern’.

Sedangkan Koordinator BPP Maliku dalam sambutannya menyampaikan perlunya para peserta mengikuti pelatihan ini untuk mendukung program Food Estate berbasis Korporasi. 

Para petani harus terlibat aktif menyukseskan program Food Estate, karena seyogyanya program ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan keluarga petani. 

Zakaria juga menambahkan, dukungan Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, khususnya Distan untuk mengawal program pemerintah seperti penyaluran bantuan pupuk bersubsidi atau bantuan lain untuk kelompok tani. 

Sementara itu, Koordinator Akademik, Tota Totor Naibaho SP MP menjelaskan, pelatihan ini sangat penting untuk mendukung korporasi Gapoktan Bersama Maliku di kawasan Food Estate, karena teknik perencanaan usaha akan sangat membantu petani dalam mengambil keputusan untuk waktu yang akan datang disertai dengan pertimbangan atas hasil-hasil di masa lalu. 

Beberapa catatan dan analisis masa lalu tentang keberhasilan atau kegagalan, merupakan informasi yang sangat penting untuk perencanaan agribisnis selanjutnya. 

Adapun materi yang diajarkan oleh para narasumber, praktisi, fasilitator dan widyaiswara adalah Mengembangkan Ide Usaha; Mengidentifikasi Peluang Usaha; Menyusun Rencana Usaha/ Business Plan; Menganalisa Usaha dan Menyusun Proposal Bisnis. 

Di akhir pelatihan diharapkan peserta sudah terampil dalam membuat dan menyusun proposal bisnis sebagai capaian output dari pelatihan ini.

Adapun sasaran Program Food Estate Kalimantan Tengah ini adalah untuk menjamin kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Hal ini diharapkan dapat dicapai dengan meningkatkan luas tanam dan produksi komoditas utama (padi) yang dikembangkan; meningkatnya nilai tambah komoditas pendukung (Hortikultura, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan).

Juga terbentuknya Gapoktan Bersama dalam pengembangan komoditas pertanian; dan memperkuat Kerjasama dan sinergi antar petani dengan stakeholders terkait.[rilis]