Listrik Menyala 24 Jam, Sebagian Pedalaman Kutai Barat Tak Lagi Gelap

Gerbang menuju kampung Penawai, Kecamatan Bongan, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Jaringan listrik baru saja terpasang di daerah ini. | Foto: Riyan.

KUTAI BARAT - Hampir 76 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia menikmati kemerdekaan. Tetapi penduduk di pedalaman Kutai Barat, Kalimantan Timur, baru tiga hari terakhir bisa ikut "nyicil" merasakan kemerdekaan itu.

Sejak Jumat (9/4/2021) warga mulai menikmati pasokan listrik selama sehari penuh. Sebelumnya, mereka hanya bisa menggunakannya kurang lebih 12 jam, mulai pukul 18.00 WITA hingga jam 6 pagi. 

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, beberapa kampung yang baru saja mendapatkan aliran listrik 24 jam itu, terdiri dari: Muara Gusik, Jambuk Makmur, Bukit Harapan, Tanjung Sari, Resak Kampung, Penawai, Siram Jaya, Siram Makmur, dan kampung Muara Siram. 

Semuanya berada di Kecamatan Bongan. Adapun di Kecamatan Jempang, kampung Bekokong Makmur juga ikut mendapatkan fasilitas serupa.

Pencapaian ini merupakan hasil kerjasama pemerintah daerah setempat dengan PLN (Perusahaan Listrik Negara) Induk Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, melalui UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Samarinda.

Acara peresmian sekaligus syukuran atas peningkatan jam hidup sambungan listrik itu, didakan pada hari ini, Senin (12/4/2021) oleh Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan.

Proses perluasan jaringan listrik di pedalaman Kutai Barat ini telah dimulai sejak 2018. PLN memasang JTM (jaringan tegangan menengah) 20 kilo Volt sepanjang 37,14 kilometer sirkuit, dan JTR (jaringan tegangan rendah) 21,38 kilometer sirkuit.[sahrudin]