Workshop Model Bisnis Pertanian Program YESS Digelar di Tanbu

BATULICIN - SMK PP Negeri Banjarbaru, sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Provinsi Kalimantan Selatan terus bergerak dalam pelaksanaan Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). 

Program ini dicanangkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yang bekerjasama dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD).

Kali ini program YESS melaksanakan Workshop Model Bisnis Pertanian di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Jumat (30/4/2021).

Bertempat di Hotel Ebony, Batulicin, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dengan menghadirkan 3 narasumber yang merupakan praktisi di bidang pertanian dan peternakan.

Sedangkan 30 peserta berasal dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanah Bumbu, Dinas Pertanian Tanah Bumbu, Hipmi Tanah Bumbu, Perwakilan dari BDSP Bidang Tanaman Pangan dan CPCL.

Dijelaskan Liaison Officer (LO) Program YESS di Tanah Bumbu, M Ali Usman, kegiatan ini merupakan upaya pengembangan wirausahawan muda pedesaan yang merupakan komponen 2 dalam kegiatan Program YESS di kabupaten Tanah Bumbu.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menghasilkan model usaha secara terperinci yang sesuai untuk dikembangkan di Kabupaten Tanah Bumbu dalam rangka membantu para pemuda dalam menentukan model usaha," tuturnya.

Selain itu, kegiatan ini juga ada pemaparan materi dan diskusi dengan judul “Produk atau Komoditas Unggulan Daerah Tanah Bumbu oleh Sri Rahayu, selaku Kabid Ekonomi dan SDA Bappeda Kabupaten Tanah Bumbu.

Dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi materi “Model Bisnis Pemasaran Beras BUMDES Ar-Rahman Desa Sepunggur Batulicin” oleh Marwansyah Kepala BUMDES Ar-Rahman. Kemudian kegiatan dilanjutkan lagi dengan Bedah Business Model Canvas (BMC) dan Workshop Desain Model.

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support (YESS) merupakan program bagi generasi milenial, seperti dijelaskan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

“Saat ini generasi milenial adalah penentu kemajuan pembangunan pertanian di masa depan. Dan meyakini tongkat estafet pembangunan pertanian ada pada pundak generasi muda," ujarnya.

Selain itu, Program YESS dilaksanakan sebagai proyek percontohan pengembangan generasi muda dan regenerasi petani di pedesaan melalui fasilitasi dan bimbingan kepada generasi muda. 

Proyek yang didanai oleh International Fund For Agricultural Development (IFAD) ini bertujuan menghasilkan wirausahawan atau tenaga kerja yang profesional di sektor pertanian.

Menurut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor.

"Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian," pungkasnya.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar