Penyuluh Barito Utara Antusias Ikuti Pelatihan Budidaya dan Kelayakan Usaha Porang

TAMPAK pemandangan yang tak biasa di halaman Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Trahean, Kecamatan Teweh Selatan  Kabupaten Barito Utara. 

Beberapa Penyuluh Pertanian yang tergabung di Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian (WKPP) Kabupaten Barito Utara, terlihat sedang asik menerima materi dan mengikuti praktik. 

Mereka sedang mengikuti pelatihan yang digelar Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

Peserta sangat antusias dengan terus aktif bertanya dan berdiskusi dengan fasilitator.

Pelatihan yang diselenggarakan kali ini mengambil tema “Budidaya dan Kelayakan Usaha Porang” yang diikuti oleh 30 orang Penyuluh Pertanian di Kabupaten Barito Utara Provinsi Kalimantan Tengah. 

Pelatihan dilangsungkan selama 3 hari, 22 hingga 24 Juli 2021, dan dilatih langsung oleh Fasilitator Widyaiswara BBPP Binuang, Adi Widiyanto SP MP. 

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatan terpisah menyampaikan, pihaknya menyelenggarakan pelatihan ini dengan tujuan meningkatkan kompetensi SDM Pertanian.

"Terutama di bidang budidaya tanaman porang, hingga analisa usahanya, di wilayah Kabupaten Barito Utara," jelasnya. 

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi mengatakan, peran penyuluh harus dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas porang.

"Sebagai komoditas ekspor yang sangat menjanjikan, kualitas komoditas porang harus ditingkatkan. Dan kita berharap penyuluh berperan dalam hal pengembangan budidaya porang," katanya.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini porang memiliki potensi besar sebagai komoditas "Mahkota".

"Permintaan komoditas porang dari beberapa negara juga semakin meningkat. Karena porang bermanfaat sebagai bahan pangan alternatif maupun bahan baku kosmetik," katanya.
 
Dengan alasan itu, Kementerian Pertanian terus meningkatkan budidaya tanaman Porang guna mendongkrak ekspor komoditas pertanian.

"Kita berharap porang mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, nilai ekspor dan peningkatan kesejahteraan petani Indonesia," pungkasnya.[rilis]



Posting Komentar

0 Komentar