Support Pengembangan Porang, BBPP Binuang Latih Penyuluh Pertanian Balangan

TANAMAN porang (Amorphophallus Muelleri Blume) tengah menjadi primadona di kalangan para petani Indonesia. Harga dan pasar yang menjanjikan, membuat tanaman yang masuk klasifikasi umbi-umbian ini makin diburu.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan, komoditas porang saat ini potensinya semakin besar dengan terus meningkatnya permintaan ekspor untuk bahan pangan alternatif dan bahan baku kosmetik. 

"Sejak 2020, Kementerian Pertanian (Kementan) memasukkan ini (porang) dalam komoditi pertanian walaupun tanaman itu sudah lama ada tapi ini tanaman hutan sebenarnya,” ujarnya ketika menghadiri Gerakan Panen Porang di Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Kamis (17/6/2021). 

Oleh karena itu, menteri yang akrab disapa SYL ini mengajak para petani turut mengembangkan porang di berbagai daerah. 

Mendukung upaya pengembangan porang yang sudah digaungkan oleh Menteri Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang melatih Penyuluh Pertanian di Kabupaten Balangan.

Penyuluh dilatih dalam budidaya dan analisa kelayakan usaha porang. Pelatihan yang dilaksanakan di BPP Paringin Selatan selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 Juli 2021 ini diikuti oleh 30 orang Penyuluh Pertanian dari 8 BPP di Kabupaten Balangan. 

Tujuan pelatihan adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap Penyuluh Pertanian dalam budidaya dan Analisa kelayakan usaha porang. Di mana pada gilirannya akan diteruskan kepada petani-petani di wilayah binaannya masing-masing. 

Menganggap cukup pentingnya kegiatan pelatihan ini, pembukaan dihadiri dan dibuka langsung secara resmi oleh Rahmadi selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Balangan.  

Rahmadi dalam sambutannya menyatakan sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BBPP Binuang yang sangat respon terhadap kebutuhan SDM Pertanian di lapangan. Khususnya terkait dengan pengembangan tanaman porang. 

“Kabupaten Balangan merupakan salah satu sentra penghasil porang di Provinsi Kalimantan Selatan," terangnya. 

Seperti diketahui, lanjutnya, komoditas porang saat ini sedang viral karena memang potensinya yang luar biasa secara ekonomi, bahkan sampai dikatakan sebagai komoditas “Mahkota”. 

"Saat ini kami terus berupaya mengembangan budidaya porang  dengan mengajak dan mendorong petani untuk menanam porang. Secara khusus pada tahun ini kami programkan pengembangan porang 100 hektare," jelasnya.

Namun untuk saat ini sarana bantuannya belum bisa penuh, jadi hanya sebagai stimulan diberikan bantuan berupa 5000 benih per orang per hektare. 

"Kekurangannya dan kebutuhan sarana lainnya dipenuhi dengan biaya swadaya atau melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang untuk memperolehnya akan dibantu oleh Dinas,” tutur Rahmadi.

Pada kesempatan ini pihaknya juga mengapresiasi dan berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada BBPP Binuang yang sudah memberikan dukungan dalam upaya pengembangan porang di Kabupaten Balangan melalui penyelengaraan pelatihan bagi penyuluh ini. 

"Hal ini akan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan Penyuluh Pertanian kami yang selanjutnya dapat memberikan motivasi, membimbing dan mendampingi petani binaannya agar berminat, mau menekuni dan berhasil dalam menanam porang," paparnya. 

Menurutnya, walaupun tanaman porang tampak mudah tumbuh, karena awalnya memang tanaman liar, namun ternyata apabila akan diusahakan secara lebih intensif ada teknologi dan trik-trik yang perlu diketahui dan dikuasai agar memberikan hasil yang diharapkan.

"Manfaatkan kesempatan ini untuk menggali sebanyak-banyaknya ilmu berbudidaya porang,” pungkas Rahmadi.

Fasilitator yang memberikan materi pada pelatihan ini berasal dari BBPP Binuang dan Joni Sulistianto, praktisi porang yang sudah berhasil dan saat ini juga merupakan Ketua Himpunan Petani Porang Indonesia (HPPI) Kabupaten Balangan dan Ketua Pengurus wilayah Asosiasi asuhan pelestari pemberdayaan porang indonesia (ASPEPORIN) Provinsi Kalimantan Selatan.[rilis]



Posting Komentar

0 Komentar