Tips Aman Menyimpan Pangan melalui Program Wisatani

SETELAH Perayaan Hari Raya Idul Adha seperti saat ini, mungkin masih banyak yang bingung bagaimana cara menyimpan daging kurban mereka agar awet dan tahan lama, sehingga masih tetap fresh saat diolah. 

Selain daging kurban, bahan makanan lain yang biasa disimpan di kulkas juga bisa diterapkan.

Melihat fenomena ini, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang berinisiatif untuk mengedukasi melalui Program Widyaiswara Sapa Kostratani (Wisatani). 

Kegiatan yang dilangsungkan secara online/daring (dalam jaringan) ini dilangsungkan di Agricultural Operation Room BBPP Binuang.

Wisatani kali ini mengambil tema besar “Tips Aman Menyimpan Pangan” yang dibawakan oleh fasilitator dari BBPP Binuang yang mumpuni dalam bidang pengolahan Pangan, Febtu Arisandi dan Asri Puspita Wardhani. 

Program yang telah berjalan selama 63 sesi ini dilangsungkan pada tanggal 28 Juli 2021, dan diikuti oleh kurang lebih 300 partisipan yang tergabung dalam zoom cloud meeting. 

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatan terpisah mengharapkan setelah mengikuti Wisatani Tips Aman Menyimpan Pangan ini, sobat Wisatani mampu menyimpan bahan makanan sehingga masih tetap segar saat diolah. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pelatihan online sebetulnya salah satu cara kita, utamanya saat ini di dalam rangka meningkatkan kapasitas para SDM Pertanian, dan meningkatkan keterampilan mereka.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengingatkan, pertanian harus terus bergerak, maju, mandiri, modern, dan mampu menyediakan pangan bagi 267 juta penduduk Indonesia yang maju, mandiri dan modern pula.

“Tak terkecuali kegiatan pelatihan ini, kondisi ini menunjukkan bahwa seluruh insan pertanian terus bergerak, termasuk kegiatan melatih petani, penyuluh, praktisi pertanian, UMKM, dan individu pelaku usaha bidang pertanian,” lanjut menteri yang akrab disapa SYL ini.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar