Bersinergi dengan Komisi IV DPR RI, Kementan Tingkatkan Kapasitas Petani di Kalbar

BIMBINGAN Teknis (Bimtek) dalam rangka Peningkatan Kapasitas Petani diselenggarakan di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kalimantan Barat, 18 hingga 19 Agustus 2021.

Peserta yang mengikuti berasal dari Kabupaten Mempawah Kecamatan Mempawah Hilir, serta Kecamatan Mempawah Timur dan Kcamatan Segedong.

Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani ini bertujuan agar sasaran pembangunan pertanian dicapai masyarakat, seperti petani, petani milenial dan buruh tani, sehingga mereka langsung mendapatkan ilmu dan mampu memberdayakan masing-masing kelompok taninya  di Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. 

Dengan demikian, ini diharapkan dapat mewujudkan salah satu langkah misi penguatan Ketahanan Pangan Nasional ditengah pandemi Covid-19.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, pangan adalah masalah yang sangat utama.

“Masalah pangan adalah masalah hidup matinya suatu bangsa. Sudah waktunya petani tidak hanya mengerjakan aktivitas on farm, tapi mampu menuju ke off farm, petani harus mampu bergerak tidak hanya di hulu saja tapi hilir dikerjakan untuk menaikkan nilai pertanian, khususnya pasca panen,” tegas Dedi.

Bersinergi bersama DPR-RI Komisi IV, BBPSDMP Kementan melaksanakan Bimtek bagi Penyuluh dan Petani Wilayah Kalimantan Barat. 

Penyuluh dan petani Kabupaten Mempawah yang berkesempatan mengikuti Bimtek dengan meteri yang didapat antara lain tentang Pertanian Terpadu, Perencanaan Usaha, Analisa Usaha dan Pemasaran.

Anggota Komisi IV DPR RI, Maria Lestari S.Pd dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil Kalbar 1 mengungkapkan, sektor pertanian adalah inti dari negara, jika pertanian suatu negara baik maka negara tersebut akan baik pula.

“Pertanian harus dibina sebaik mungkin agar kondisi ekonomi negara tetap stabil. Kunci agar mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas sektor pertanian yang utama adalah mengoptimalkan SDM Pertanian menuju pertanian maju, mandiri dan modern,” ungkap Maria.

Beliau berharap pada kegiatan ini peserta mampu menyerap materi yang disampaikan oleh Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang.

“Saya minta peserta Bimtek mampu mengimplementasikan haril pembelajaran tersebut dan diharapkan peserta tetap menggali pengetahuan juga keterampilan pertanian pertanian yang maju, mandiri dan modern,” pinta Maria.

Maria menegaskan kepada 60 orang petani yang mengikuti bimtek agar serius mengikuti semua materi dari fasilitator agar bisa diaplikasikan dengan baik serta memberi nilai tambah kepada petani.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang mengatakan bahwa dalam menghadapi wabah Covid-19, pertanian tidak boleh berhenti dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional serta meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia agar lebih baik.

“Sektor pertanian memiliki potensi yang sangat besar dalam menumbuhkan ekonomi nasional," ujar SYL.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar