Sejahterakan Petani, Kementan Gelar Pelatihan

PENINGKATAN sumber daya manusia (SDM) pertanian terus digulirkan Badan Penyuluhan dan Penyembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian.

Menyesuaikan pesatnya perkembangan teknologi dan industri 4.0, penguatan SDM pertanian juga menyasar para petani dan penyuluh di lokasi Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP). 

"Peningkatan kompetensi SDM pertanian terus dilakukan secara menyeluruh, termasuk petani dan penyuluh di wilayah IPDMIP. Apalagi, IPDMIP memiliki posisi strategis sebagai pendorong peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan bagi petani," ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi turut mempertegas pernyataan Mentan. 

Dedi mengatakan, Kementan melakukan upaya peningkatan produktivitas dan kualitas secara masif. Ada banyak program yang diberikan untuk membuat petani dan pertanian maju, mandiri, modern. 

"IPDMIP terus memberikan kontribusi positif bagi pertanian Indonesia dan petani," ucapnya. 

Menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yang merupakan perpanjangan tangan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP Kementan berupaya untuk menyejahterakan Rumah Tangga Petani di wilayah project IPDMIP di kabupaten Tapin. 

Upaya yang dilakukan diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan bagi Keluarga Kelompok Tani. 

Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan bagi Keluarga Kelompok Tani dilaksanakan selama 3 hari, 28 hingga 30 Agustus 2021 dan diikuti oleh lebih dari 80 peserta yang berasal Kabupaten Tapin. 

Koordinator Penyelenggara Pelatihan BBPP Binuang, Ramadhani Kurnia Adhi SP MS daat pembukaan pelatihan menyampaikan, pelatihan ini diselenggarakan dengan tujuan mengedukasi Keluarga Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). 

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam sambutannya saat pembukaan mempaparkan, saat ini Kelompok Tani sudah harus mampu mengelola keuangan Rumah Tangganya. 

"Pelatihan ini penting diikuti, dengan tujuan agar mampu membuat pencatatan dan perencanaan keuangan kelompok tani," harap Yulia.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar