Tindak Lanjuti Pelatihan Manajerial Kostratani, Kostrada HSU Gelar Pertemuan

KOSTRATANI memiliki peranan penting untuk pertanian Tanah Air sekaligus menjadi pusat data dan pusat gerakan pembangunan pertanian. 

Hal itu ditegaskan oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).

Dalam rangka mengoptimalkan peran Kostratani, Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Provinsi Kalimantan Selatan selenggarakan pertemuan.

Pertemuan tersebut digelar selama 1 hari, yakni pada 21 september 2021 dan diikuti oleh seluruh Koordinator BPP Kecamatan di HSU serta KJF Penyuluh Kabupaten. 

Pertemuan tersebut membahas 5 peran Kostratani dan persiapan fasilitas ruangan data dan informasi.

Sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan Pelatihan Manajerial BPP Kostratani yang diikuti oleh Kordinator BPP bulan Juni lalu di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Plt Kepala Dinas meminta perwakilan alumni pelatihan untuk menyampaikannya kembali pada pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Syarif Fadilah KJF Supervisor mewakili Koordinator BPP Kecamatan Amuntai Selatan berkesempatan untuk mempresentasikan hasil pelatihan.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Pertanian, Ir Yuli Hertawan sangat mendukung adanya program BPP Kostratani di HSU. 

Sebagai wujud dukungannya, seluruh BPP di wilayah kabupaten HSU akan difasilitasi perangkat komputer dan perangkatnya serta fasilitasi WIFi setiap BPP. 

Untuk BPP yang masih kesulitas akses internet akan fasilitas dapat digunakan di rumah coordinator atau di kantor dinas pertanian.
 
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, melalui Kostratani Kementan akan membangun pertanian dari tingkat desa dan kecamatan.

"Kementan akan memaksimalkan pembangunan pertanian melalui Kostratani. Pembangunan pertanian itu akan dilakukan dari tingkat desa dan kecamatan," katanya.

Sementara dalam kesempatan yang lain setiap kegiatan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, bantuan IT diberikan untuk memperkuat peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP).

"Dengan Kostratani, peran BPP akan dimaksimalkan. Oleh karena itu, BPP kita perkuat dengan IT agar bisa terhubung ke AOR di Kementan. Sehingga koordinasi dan pelaporan bisa terus dilangsungkan," katanya.
 
Dedi Nursyamsi mengatakan, pertanian telah memasuki era 4.0. Artinya penggunaan sarana digital tidak bisa dihindari.

"Internet of thing (IoT) harus dimanfaatkan. Insan pertanian juga harus mulai menerapkan digital. Hal itu kita dukung dengan bantuan IT. Sehingga pelatihan dan lainnya tetap bisa berjalan, Ini juga menjadi salah satu strategi kita untuk meningkatkan kualitas SDM di masa pandemi," katanya.

"Manfaat IT yang kita terima ini sebagai fasilitas untuk menyampaikan, melaporkan, serta mendiskusikan permasalahan yang dihadapi Kostratani untuk menyelesaikan persoalan di tingkat lapangan," pungkasnya.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar