Lestarikan Budaya Banjar, Mahasiswa ULM Gelar Lokakarya Musik Panting

BERBAGAI upaya dilakukan untuk melestarikan seni musik panting. Satu di antaranya seperti dilakukan HIMA PSP ULM.| foto : martino

PARINGIN - Budaya khas daerah makin hari makin tergerus oleh zaman. Untuk itu, demi menjaga agar budaya khas daerah khusus budaya suku Banjar tetap eksis dan dikenal kaum milenial, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (HIMA PSP) Fakultas Keguruan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin laksanakan Lokakarya Musik Panting Sedratasik Barakatan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Budaya Kabupaten Balangan dengan 150 orang tamu undangan, terdiri dari berbagai kalangan yaitu para siswa dan siswi SMA dan para anggota sanggar-sanggar di Balangan.

Disampaikan Tedy Wahyudi, Ketua Umum HIMA bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya musik panting, serta ini merupakan salah satu program kerja inti HIMA dan termasuk dalam visi misi yaitu mengabdi, menginspirasi dan melestarikan.

"Tujuan kita mengadakan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan Musik Panting," jelasnya saat diwawancarai tim grapena.com. Senin (8/11/2021).

Tedy juga menjelaskan mengapa pihaknya memilih Kabupaten Balangan sebagai tempat pelaksanaan kegiatan dikarenakan pihaknya melihat bahwa di Balangan untuk kesenian Musik Panting masih kurang.

"Kemarin kita ada beberapa opsi terkait daerah di Kalimantan Selatan yang kegiatan seni musik pantingnya masih kurang, salah satunya adalah Kabupaten Balangan," pungkasnya.

Dia juga memaparkan bahwa sasaran untuk peserta di acara ini adalah para pelajar dan anggota sanggar dengan tujuan agar mereka bisa lebih mengenal tentang musik panting dan pembuatan alat musik panting.

"Dari kami sendiri untuk orang yang menonton ini adalah dari pelajar dengan harapan mereka bisa kenal apa seni musik panting itu sendiri," ucap Tedy.

Tedy pun berharap setelah kegiatan ini dilaksanakan kebudayaan seni musik panting bisa terus dilestarikan dan dikembangkan agar tidak hilang diterpa arus modernisasi.

"Semoga setelah kegiatan ini musik panting bisa terus dilestarikan dan dikembangkan," harapnya.

Terpisah, Mohammadnor, Nanang Kabupaten Balangan 2021 sekaligus peserta dalam acara seminar menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan, karena menurutnya kegiatan seperti ini sangatlah bermanfaat.

"Saya sangat mendukung dengan kegiatan Sedratasik Barakatan ini karena merupakan kegiatan positif bagi para pemuda pemudi Balangan," ucapnya.

Madnor sapaan akrabnya berharap agar para anak muda di Balangan bisa sadar tentang betapa pentingnya budaya tradisional tiap daerah jadi sudah sepatutnya dilestarikan bersama.

"Harapannya agar para remaja-remaja di Balangan sadar akan pentingnya melestarikan Musik Panting di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya Kabupaten Balangan," harapnya.

Hairunisa Seorang Alumni Sendratasik angkatan 2010 juga berpesan kepada para pengurus Sendratasik saat ini agar kesenian kesenian di Kalimantan Selatan agar lebih diperkenalkan lagi ke para generasi mudanya.

"Berhubung karena kita tinggal di Kalimantan Selatan, jadi agar lebih dikenalkan lagi identitas kebudayaan kita," pungkasnya.[martino]

Posting Komentar

0 Komentar