Deteksi PTM, Warga Di-screening Posbindu Saras Lestari Desa Karangsari

SCREENING yang dilakukan bidan Puskesmas Lasung merupakan bagian dari deteksi dini.| foto : joni

BATULICIN - Deteksi Penyakit Tidak Menular (PTM) dilakukan petugas bidan Puskesmas Lasung di Desa Karangsari, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. 

Kegiatan bertajuk Posbindu Saras Lestari yang dilangsungkan di rumah RT. 03 ini langsung ditangani dua bidan andalan Puskesmas Lasung, Dewi Sartika dan Siti Wahyuni, serta dibantu tiga kader Posbindu.

Posbindu yang diikuti warga lingkungan RT.03 ini dilakukan secara bergiliran. Jika tahun ini di RT. 03, untuk tahun depan bergeser ke RT. 04.

Manfaat Posbindu Saras Lestari ini dinilai sangat penting dalam mengetahui atau mendeteksi PTM.

Para bidan ini mencatat hasil timbangan berat badan, selanjutnya tinggi badan dan nomor NIK KTP yang kemudian langsung jari pasien ditusuk menggunakan alat khusus. Setetes darah itu diperiksa menggunakan alat yang sudah disiapkan bidan.

Kepala Puskesmas Lasung, Rosyidah A.Md mengatakan, Posbindu ini digelar satu tahun sekali di setiap RT. Bagi yang ingin setiap bulan dilakukan screening PTM, bisa langsung ikut di Posyandu Lansia.

"Bila Posbindu satu tahun sekali per RT, bila mau kontrol setiap bulan bisa masuk di Posyandu Lansia. Sementara setahun sekali per satu RT itu screening semua usia produktif 15 tahun ke atas. Paling tidak, screening tekanan darah, gula darah setahun sekali," terang Rosyidah kepada wartawan grapena.com saat dihubungi via telepon selulernya, Sabtu (5/3/2022).

Begitu diperiksa, lanjut Rosyidah, ditemukan ada masalah gula darah dan darah tinggi nanti ikut di Posyandu Lansia, di mana setiap bulan. Bagi yang tidak bermasalah saat di-screening, cukup ikut satu tahun sekali.

"Jadi pemeriksaan screening Penyakit Tidak Menular ini dilakukan di setiap desa oleh petugas bidan desa tersebut di satu RT. Setiap satu tahun satu kali yang kemudian satu tahunnya dilanjut ke satu RT lainya lagi dan seterusnya satu tahu pindah ke satu RT lagi," tutup Rosyidah.[joni]