Masyarakat Masih Awam Siaran Televisi Digital

BANJARMASIN – Masyarak di Kalsel dinilai masih awam atau tidak mengetahui rencana pengalihan siaran televisi analog ke televisi digital, yang dikenal dengan analog switch off (ASO) yang akan diterapkan serentak pada 2 November 2022 mendatang.

“Masyarakat banyak tidak mengetahui jika siaran televisi analog yang saat ini dinikmati akan dimatikan, dan dialihkan pada siaran digital,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Kalsel, H Suripno Sumas kepada wartawan, Rabu (8/6/2022) di Banjarmasin.

Bahkan mereka tidak memahami informasi yang saat ini banyak beredar di televisi maupun media sosial, padahal ini harus dipersiapkan sedini mungkin, walaupun saat ini masih diterapkan multiphase, sehingga siaran analog dan digital bisa dinikmati bersamaan.

“Nanti pada 2 November 2022 mungkin akan kaget atau tidak siap, karena siaran televisi yang ditonton saat ini akan hilang, digantikan siaran televisi digital,” jelas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Untuk itu, Suripno mengimbau agar masyarakat mulai mengalihkan tangkapan antenna di rumah dari analog ke digital untuk menonton tayangan yang lebih bersih dan suaranya jernih.

“Karena inilah keunggulan siaran televisi digital, yang jauh lebih bagus daripada analog,” tambah Suripno.

Suripno juga meminta semua pihak terkait, terutama Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kalsel dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Apalagi tahap pertama ASO di Kalsel berada di kabupaten yang berada jauh dari Kota Banjarmasin, sehingga agar sulit tersentuh informasi siaran televisi digital,” ujar mantan Ketua KPID Kalsel.

Bahkan masyarakat di kabupaten yang diterapkan ASO tahap pertama, seperti Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong dan Kotabaru ini lebih banyak menggunakan televisi berlangganan (TV kabel) ataupun parabola.

“Jadi memang belum tersentuh sosialisasi televisi digital,” tegas Suripno Sumas.

Selain itu, juga meminta pemerintah maupun lembaga penyiaran agar mempercepat pendistribusian set top box (STB) yang bisa digunakan untuk merubah siaran analog menjadi siaran digital.

“Jadi masyarakat miskin bisa mendapatkan bantuan STB gratis dari pemerintah agar bisa menikmati siaran televisi digital,” ujar wakil rakyat dari daerah pemilihan Kalsel I, yakni Kota Banjarmasin.[ana]