Hadiri Pengukuhan FMDKI Pusat, Ini Pesan Sekretaris I PKK Sulsel

MAKASSAR – Pasca Muktamar IV beberapa waktu lalu, Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) menggelar pengukuhan pengurus periode 2022-2024 secara Hybrid di gedung Convention Hall FIP UNM dan Via Zoom, Sabtu (2/7/2022).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Kajian Inspiratif Mahasiswi dengan tema "Meneropong Wajah Peradaban Masa Depan, Saatnya Dakwah Kampus Berbenah", yang dihadiri oleh 590 peserta.

Ilma Auliya, Ketua FMDKI periode 2022-2024 dalam sambutannya berharap ke depannya pengurus FMDKI Pusat bisa menjadi teladan dalam ketaqwaan, keimanan, militansi, dan semangat dalam mengukir peradaban dakwah kampus di Indonesia.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, Sekretaris I PKK Provinsi Sulawesi Selatan yang berpesan kepada pengurus FMDKI dan jajarannya bahwa jauh lebih penting melakukan yang terbaik daripada menjadi pengurus yang terbaik.

"Jangan berusaha menjadi pengurus yang terbaik, akan muncul nafsi-nafsi di dalam. Namun berusahalah untuk selalu siap melakukan apa yang terbaik. Karena penting menjadi yang terbaik, namun jauh lebih penting melakukan yang terbaik untuk bangsa," tuturnya.

Zulfitriany yang juga merupakan seorang penulis, menaruh harap kepada seluruh hadirin untuk senantiasa menitipkan karya pada peradaban sebagai bukti kepada dunia bahwa kita pernah ada.

"Pastikan satu langkah dari seribu langkah tak terbatas. Kita tidak pernah tahu, di mana kita di masa depan. Namun setidaknya meyakini bahwa langkah kita hari ini, pondasi kuat yang dititipkan sang waktu di masa depan kita. Titipkan karya pada peradaban di mana kita dititipkan. Karena seperti daun, kita pun akan luruh. Tapi pastikan, setidaknya dunia mencatat bahwa kita pernah ada," harapnya.

Selanjutnya, pengukuhan resmi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Muslimah, Rahmah Thamrin dengan penyematan atribut secara simbolis kepada pengurus baru.

Pada kajian ini, FMDKI menghadirkan Ustazah Harisa Tipa Abidin, Daiyah Muslimah Nasional sebagai pemateri yang menekankan pada upaya pembenahan dalam menyongsong peradaban Islam di tangan kaum muslimin.

“Diawali dengan pembenahan diri-diri kita, teman-teman sekalian. Pembenahan terhadap diri kita. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam QS. Ar-Rad ayat 11 berfirman, 'Sungguh Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustazah Harisa Tipa menjelaskan tentang kondisi dan karakteristik pemuda ideal yang bisa menegakkan agama.

“Wahai para pemuda termasuk di antaranya para pemudi, ketahuilah bahwa agama yang mulia ini tidak akan pernah tegak di pundak orang-orang yang memiliki kelemahan. Agama ini hanya bisa tegak di atas pundak orang-orang yang memiliki tekad yang kuat. Agama ini tidak akan pernah dipikul oleh orang-orang yang hanya senang membuang waktu mereka untuk kesenangan hidup sesaat,” jelasnya.

Ummu Kholid sapaan akrabnya menambahkan bahwa, agama Islam tidak akan tegak di pundak orang-orang yang suka berhura-hura, di tangan para pemuda-pemudi yang hanya menghabiskan waktu untuk memenuhi kehidupan kosong di masa muda.[rika/sinta]