Lanjutkan Pencarian 11 ABK, Tim Gabungan Gelar Rakor SAR

BATULICIN - Rapat Koordinasi SAR Terpadu digelar di Kantor KSOP Kelas III Kotabaru-Batulicin, Minggu (28/8/2022). Rapat dipimpin Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP, Capt Rona Wira Perkasa, dan didampingi Danposal Batulicin Letda Laut (E), Dianto Septyawan.

Rapat bersama ini dihadiri 10 unsur, seperti Basarnas Kotabaru-Batulicin, Lanal Kotabaru-Tanah Bumbu, Polairud Polres Tanbu, KKP Batulicin, BPBD Tanbu, Dinas Kesehatan Tanbu, Dinas Perhubungan Tanbu, serta Pelindo III Batulicin. 

Capt Rona mengatakan, Rakor SAR Terpadu ini digelar terkait pencarian 11 korban Anak Buah Kapal (ABK) Kargo KM Teman Niaga yang tenggelam pada 22 Agustus 2022 lalu sekitar pukul 22.00 Wita.

Rakor ini, lanjutnya, merupakan rapat yang kedua kalinya. Rapat pertama dilakukan setelah 4 korban selamat ditemukan dan diterima di Pelabuhan Samudera Batulicin.

"Setelah rapat ini nanti Posko SAR Terpadu akan dibangun di Pelabuhan Samudera Batulicin," jelas Rona.

Menurut Rona, sekarang ini unsur yang bergerak KN Ular Laut 405, Basarnas 1 unsur KN. SAR Laksamana 241, TNI AL 2 unsur KN. KRI Tongkol 813 dan KN. KRI, serta KSOP 1 unsur KNP 377. Ini semua untuk melakukan pencarian 11 kru yang belum ditemukan di Selat Makassar.

Sementara Danlanal Kotabaru melalui Danposal Batulicin Letda Laut (E), Dianto Septyawan juga menyampaikan, pelaksanaan SAR merupakan tugas bersama untuk tujuan menemukan korban, baik itu selamat dan yang terburuk.

"Saya dan kita semua berdoa semoga korban ditemukan dalam keadaan selamat. Kepada masyarakat kami mohon informasi jika ada yang menemukan korban, segera diinformasikan ke call center Posko SAR Terpadu Batulicin di nomor 081350419900 atau kepada pihak terkait di wilayahnya. Kami juga mohon doanya agar proses pencarian ini berjalan dengan aman dan lancar serta seluruh korban dapat segera ditemukan," tuturnya.

Seperti diinformasikan, pada malam Senin (22/8/2022), telah terjadi musibah yang dialami Kapal Motor (KM) Teman Niaga yang membawa 15 awak kapal hingga kemudian dilaporkan tenggelam di perairan Selat Makassar, Sulawesi Selatan.

Insiden tenggelamnya KM Teman Niaga tersebut disebabkan oleh cuaca yang buruk. Sementara empat orang dinyatakan selamat, sedangkan 11 lainnya masih dalam pencarian.[joni]