Inovasi Lawan Hama Tungro, Panen Padi di Kapuas Gunakan Varietas Unggul

PLT KEPALA Distan Kapuas, Yaya menunjukkan hasil panen padi varietas unggul di Demplot tanam tahan tungro di Desa Warna Sari.| foto : distankps

KUALA KAPUAS - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas terus melakukan berbagai upaya mengatasi wabah hama tungro yang merusak hasil pertananian hingga menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah kecamatan.

"Salah satu upaya itu, mengubah bibit tanam padi, dari semula bibit lokal kini menggunakan varietas unggul Infari 37, yang memiliki ketahanan lebih tinggi,"  kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kapuas, Yaya, Kamis (20/10/2022).

Ia menuturkan, hasil tanam padi dengan menggunakan  varietas unggul tersebut berhasil melaksanakan panen dengan baik di lahan demplot seluas 2 hektar di Desa Warna Sari Kecamatan Tamban Catur, pekan lalu, Jumat 14 Oktober 2022 yang dilaksanakan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kapuas bersama Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Tamban Catur.

Plt Kadistan Kapuas menjelaskan keberadaan dari demplot tanam tahan tungro ini adalah upaya untuk meyakinkan masyarakat agar tetap menanam padi dengan berinovasi mengubah bibit tanam dari padi lokal kepada varietas unggul yang memiliki ketahanan.

“Kita bersama dengan pihak dari Dirjen Sarana dan Prasarana Pertanian sudah membujuk dan meyakinkan petani untuk melakukam penanaman. Dimana saat itu masuk pada musim tanam April – September (Asep) dan pada Oktober – Maret (Okmar) terkena gagal panen," jelasnya.

Namun, lanjutnya, upaya itu kurang mendapat respon, untuk itulah pihaknya memberikan contoh di lahan demplot tanaman varietas padi tahan tingro tersebut.

Melalui panen ini, dirinya pun ingin menunjukkan kepada para petani di daerah lahan yang terkena tungro untuk melakukan inovasi serupa. 

“Untuk bibit dan pupuk bisa konsultasi dengan penyuluh dan petugas pertanian diwilayah setempat,” ungkap Kepala Dinas Pertanian ini.

Pada acara penen itu juga dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, H Salman, jajaran Distan Kapuas, serta Kepala BPP Tamban Catur Sugion beserta penyuluh lainnya.

Sebelumnya, Asisten II Setda Kapuas, Salman mengatakan bahwa panen tersebut adalah bukti padi unggul sebagai solusi untuk mengatasi wabah tungro di Kabupaten Kapuas. 

“Jadi kita harap para petani jangan putus asa dan mau beralih ke padi unggul yang tahan terhadap virus tungro ini,” imbau Salman.

Ditambahkan, mantan Sekwan Kapuas tersebut walaupun penanaman varietas padi unggul ini baru dilakukan pada bulan Juli 2022, tetapi pada bulan Oktober 2022 sudah bisa dilakukan penen padi di lahan demplot yang luasnya kurang lebih 2 hektar tersebut.[aan/adv]