Banjir Kritik Soal Mobil Mewah, Gubernur Jawab dengan Pemajuan Infrastruktur

Banjir Kritik Soal Mobil Mewah, Gubernur Jawab dengan Pemajuan Infrastruktur

SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud merespons kritik publik terkait pengadaan mobil mewah dengan memacu percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas dan elektrifikasi desa di wilayah Kutai Timur.

"Kami terus berupaya menjawab kebutuhan dasar masyarakat melalui pemerataan infrastruktur, baik jembatan maupun akses listrik hingga ke pelosok, sebagai prioritas utama pembangunan daerah," kata Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud saat meninjau program elektrifikasi di Sangatta, Kutai Timur, Kamis.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral kini tengah melakukan percepatan elektrifikasi desa secara bertahap di seluruh wilayah kabupaten.

Data pemerintah menunjukkan jumlah desa yang belum berlistrik di Kalimantan Timur kini telah ditekan dari semula 110 desa menjadi tersisa 73 desa.

Pembangunan infrastruktur fisik juga ditandai dengan peresmian Jembatan Nibung yang berfungsi sebagai akses vital pendukung mobilitas warga dan distribusi komoditas lokal.

Selain jembatan, Pemprov Kaltim memberikan bantuan perluasan jaringan PLN untuk delapan desa di Kabupaten Kutai Timur yang mencakup Kecamatan Kaubun, Kaliorang, Bengalon, hingga Karangan.

Total panjang jaringan listrik yang sedang dibangun untuk melayani masyarakat di pelosok tersebut mencapai 38,356 kilometer.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan 404 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang tersebar di sepuluh desa guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga pada malam hari.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) APDAL sebanyak 225 unit turut difokuskan bagi warga di Desa Tanjung Mangkalihat dan Desa Long Poq Baru.

Langkah masif ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mematahkan narasi negatif mengenai prioritas anggaran pemerintah daerah.

Melalui sinergi pembangunan jembatan dan energi ini, pertumbuhan ekonomi di wilayah terpencil Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami akselerasi signifikan.[]
Lebih baru Lebih lama