DPMD Tanbu Pastikan Program Satu Masjid Satu Desa

BATULICIN - Program Satu Masjid Satu Desa terus dipantau Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Sekabupaten Tanah Bumbu (Tanbu). Ini dilakukan memastikan anak-anak tidur di Masjid.

Sesuai harapan Bupati Tanbu, Zairullah Azhar yang beberapa kali menggelar pertemuan mengatakan, satu desa satu masjid ini adalah pilot project di Kabupaten Tanah Bumbu, satu-satunya di Indonesia secara nasional.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tanbu, Samsir kepada awak grapena.com, Selasa (1/11/2022).

Menurutnya, ini program satu-satunya dalam rangka untuk memakmurkan masjid, supaya mendapat berkah.

Sesuai motto Kabupaten Tanah Bumbu "Bersujud, Bersih, Syukur, Jujur dan Damai, diimplementasikan dalam lailatul jumat setiap malam jumat.

"Nah ini supaya sampai ke desa-desa satu desa satu masjid dalam rangka untuk memakmurkan masjid supaya dapat berkah," imbuhnya.

Tujuannya tidak lain bagaimana anak-anak kecil belajar mengaji di masjid, kemudian belajar akhlak, tafsir, sopan santun, akidah, bahasa arab yang nanti 5 sampai 10 tahun akan datang mereka menjadi generasi-generasi yang tangguh dengan pondasi keimanan dan ketakwaan.

Samsir menjelaskan, sebenarnya satu desa satu masjid tidak perlu harus banyak. Misalkan satu desa satu masjid, ada 5 orang anak, ini supaya setiap desa itu serentak dari 171 desa melaksanakan gerakan satu desa satu masjid.

Ini juga sudah difasilitasi dengan memberikan honor kepada guru tahfiznya Rp1.500.000, khusus guru tahfiz, satu desa satu masjid dengan sasaran 3 sampai 10 anak dengan bermalam di masjid selama lima malam.

"Anak-anak ini selain dari pada bermalam, Pemerintah Daerah Tanbu, melalui dana ADD dianggarkan di situ, biaya selimut, bantal, tempat tidur dan kelambu, minum dan sebagainya," bebernya.

Menurut Samsir, langkah-langkah yang sudah dilakukan DPMD, dengan melaksanakan koordinasi sinkronisasi. Tidak mungkin semua SKPD melaksanakan pembinaan, walaupun setiap SKPD sudah melaksanakan pembinaan.

"Katakan di DPMD Tanbu ada 5 dilakukan pembinaan. Pertama Desa Sungai Loban, Bunati, Desa Muara Pagatan, Desa Karang Bintang dan Sungai Dua Laut, setiap SKPD 5 desa. Namun di sisi lain kita juga yang tak kalah penting kuncinya supaya semarak ini adalah camat, ibu camat yang punya wilayah yang melakukan pembinaan ke desa-desa tersebut," paparnya.

Ia menambahkan, setiap satu bulan camat dikumpulkan untuk membahas satu masjid satu desa, kemudian dievaluasi apa yang kurang dan apa yang diperlukan.

"Nah bila sudah pemerintah memfasilitasi, berati tidak ada yang kurang. Adapun semua desa yang sudah masjidnya ada yang bermalam, ada 3 kecamatan, seperti desa yang ada Kecamatan Kuranji, Angsana, dan Kusan Hulu," ungkap Samsir.

Samsir menjelaskan, sesuai harapan Bupati, November dan Desember ada sosialisasi menyampaikan di desa bahwa di masjid tidak perlu banyak untuk harus bermalam di masjid dengan lampu terang dengan dana desa tadi.

"Jadi di tahun 2023, itu sudah semarak, lampu terang menerang, masjid sudah penuh anak-anak yang bermalam, tidak ada lagi alasan bahwasanya desa lampu tidak terang menerang dan ada santrinya di situ. Bulan ini semua desa juga diminta mengajukan dana sarana prasarana ke PMD yang harus ada rekomendasi dari kecamatan," pungkas Samsir.[joni]