Rancang Proyek Perubahan, Pemkab Kapuas Libatkan Stakeholder PBS

FOTO bersama Bupati Kapuas dan jajaran bersama perwakilan PBS.| foto : istimewa 

KUALA KAPUAS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas, melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) tengah merancak proyek perubahan infrastruktur jalan  dan jembatan khususnya di wilayah Kecamatan Kapuas Tengah.

Bupati Kapuas Ir.Ben Brahim S Bahat, MM, MT dihadapan sejumlah perwakilan perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasional di wilayah setempat telah meyampaikan rancangan tersebut.

"Kita membicarakan alternatif-alternatif untuk jalan mengangkut hasil produksi. Lewat mana saja yang lebih efektif dan efesien bagi mereka, baik itu angkutan darat maupun angkutan sungainya, faktor kesulitan, kemudahan faktor cuaca dan lainnya. Sehingga  dapat dilakukan secara efektif dan efesien dan aman," kata Ben Brahim di Kantor DPUPRPKP Kapuas, Senin 21 September 2022.

Menurutnya, ini juga untuk membantu perusahaan-perusahaan dalam hal transportasi angkutan produksi.

"Kita harapkan perusahaan  menindaklanjuti  informasi yang kita sampaikan ini," kata Ben.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Kapuas, Teras, ST, MT mengatakan, program proyek perubahan ini diajukan untuk syarat dirinya mengikuti Diklatpim pelatihan kepemimpinan nasional tingkat II angkatan XXVII tahun 2022, sebagai salah satu pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Kapuas.

Teras menyampaikan proper tersebut yakni pembangunan jalan  Buhut Jaya - Merapit menyusul Pembangunan Jembatan Sei Kapuas di Kecamatan Kapuas Tengah.

"Proyek perubahan yang saya lakukan bagaimana strategi percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Kapuas yang melibatkan (partisipasi) perusahaan besar swasta (PBS) baik itu yang bergerak dari 
sektor perkebunan kelapa sawit dan tambang batu bara dan sektor kehutanan," kata Teras, di aula Kantor DPUPRPKP Kapuas.

Lanjutnya, adapun langkah upaya mewujudkan pembangunan infrastruktur jalan dan  jembatan dimaksud dengan dukungan stake holder PBS-PBS yang beroperasi di wilayah itu.

"Di mana ini dalam mewujudkan bentuk kepedulian sosial dari keberadaan PBS membantu Pemda dalam percepatan pembangunan memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat," ujarnya.

Dikatannya, pembangunan  jalan Bohot - Marapit dan jembatan Sei Kapuas akan mempermudah dan mempersingkat akses.

"Bisa digunakan pihak PBS untuk bersama sama mengunakannya," imbuhnya.

Khusus untuk jembatan, pembangunan dilakukan dengan jangka waktu 2 sampai 3 tahun.

"Pembangunan jembatan menyebarang Sungai Kapuas di Desa Merapit yang menghubungkan desa-desa kawasan Buhut dan sekitar di Jalur Kuantan. Jembatan dengan bentang 115 meter bentuk lengkung dengan jalan, dengan anggaran sebesar Rp. 48 miliar," kata Teras.

Proyek tersebut saat ini berupa rancangan, dalam jangka panjang diharapkan dapat diwujudkan.

Yakni rancangan  pembangunan infrastruktur jembatan dan jalan penghubung dari Desa Buhut Jaya ke desa Merapit Jaya, kecamatan Kapuas Tengah.

"Proyek perubahan yang saya lakukan bagaimana strategi percepatan jalan dan jembatan di Kabupaten Kapuas yang melibatkan PBS baik dari sektor sawit dan tambang batu bara dan kehutanan. Dimana ini dalam mewujudkan bentuk kepedulian sosial dari keberadaan PBS membantu Pemda dalam percepatan pembangunan pelayanan dasar kepada masyarakat," beber Teras.[aan/adv]