Latih Petani Milenial di Kalsel, Kementan Ajak Atasi Biaya Pakan

TANAH BUMBU - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru selaku Provincial Project Impeletation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Satui, selaku Business Development Service Providers (BDSP) dari Porgram YESS menyelenggarakan pelatihan advance training bagi penerima manfaat dari program YESS yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalsel.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

"Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga pemasaran. Kita ubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini," jelas Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menuturkan bahwa sekarang ini dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi untuk memajukan sektor pertanian Indonesia.

"Sudah saatnya pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya sehingga pertanian kedepan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya tetapi juga berorientasi ekspor. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” papar Dedi

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari sejak Kamis (10/11/2022) lalu diikuti oleh 22 orang peserta yang menggeluti bidang budidaya itik. Dengan mengangkat tema pelatihan pengolahan pakan itik. 

Menurut Koordinator BPP Satui, Ulung mengungkapkan, tema pakan budidaya itik ini dipilih untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pakan itik agar peternak itik yang ada di Tanah Bumbu dapat membuat pakannya secara mandiri, dan dapat menyesuaikan jenis pakan yang diolah dengan jenis itik yang dibudidayakan. Sehingga diharapkan dapat menekan pengeluaran untuk membeli pakan.

Antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti serangkaian materi yang diberikan oleh praktisi yang dihadirkan. Salah satunya bagi Ahmad Munawir.

Ahmad menuturkan, Ia sangat senang dengan adanya kegitan ini karena menambah ilmu dan wawasan tentang pengolahan pakan ternak serta mendapatkan pengalaman dan teman baru dari pelatihan sehingga jaringan pertemanan meluas yang akan memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha.

Beberapa materi yang diperoleh oleh peserta diantaranya pengenlan jenis itik, agribisnis ternak itik, pengenalan bahan pakan ternak itik dan kandungan gizinya, serta formulasi pakan ternak itik berbasis pakan lokal yang disertai dengan praktek pengolahan pakan itik.

Selain peserta yang hadir, pelatihan ini juga turut dihadiri dan didampingi oleh pihak dari PPIU Kalsel, Koordinator BPP Satui, PPL, Mobilizer dan Fasilitator Program YESS.[adv]

Penulis : Humas SMK-PPN Banjarbaru