Hujan Deras dan Pasang Laut, Ribuan Rumah Warga Tanah Laut Terdampak Banjir

Hujan Deras dan Pasang Laut, Ribuan Rumah Warga Tanah Laut Terdampak Banjir

PELAIHARI - Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Laut (Tala) sejak tengah malam hingga dini hari, ditambah kondisi pasang air laut, memicu terjadinya banjir rob dan banjir genangan di sejumlah kawasan pada awal tahun 2026. Kejadian bencana hidrometeorologi tersebut dilaporkan terjadi pada Kamis malam (1/1/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tala melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops), ribuan rumah warga terdampak akibat genangan air yang masuk hingga ke dalam permukiman.

Kecamatan Bati-Bati tercatat sebagai wilayah dengan dampak paling besar, dengan jumlah rumah terdampak mencapai 1.541 unit. Rumah-rumah tersebut tersebar di Desa Benua Raya, Desa Bati-Bati, Desa Pandahan, Desa Banyu Irang, Desa Sambangan, Desa Ujung, serta Desa Nusa Indah.

Dampak banjir juga dirasakan cukup signifikan di Kecamatan Kurau. Sebanyak 905 rumah warga terendam di Desa Kurau, Handil Negara, Kali Besar, Padang Luas, dan Tambak Sarinah.

Sementara itu, di Kecamatan Bumi Makmur, BPBD mencatat sekitar 350 rumah terdampak yang berada di sejumlah desa, antara lain Desa Bumi Harapan, Handil Babirik, hingga Desa Kurau Utara.

Selain tiga kecamatan tersebut, banjir juga terjadi di wilayah lainnya. Di Kecamatan Tambang Ulang, genangan air dilaporkan merendam rumah warga di Desa Gunung Raja dan Desa Kayu Abang.

Kecamatan Pelaihari mencatat dampak banjir di Kelurahan Pemuda, sedangkan di Kecamatan Bajuin, genangan air terjadi di Desa Kunyit.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tala, Aspi, menyampaikan bahwa hingga Jumat (2/1/2026), pihaknya masih melakukan pemantauan intensif di lapangan, termasuk memonitor tinggi muka air serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa.

“Data yang dihimpun masih bersifat sementara dan sewaktu-waktu masih dapat berubah. Kami melakukan koordinasi berjenjang dari camat kemudian ke desa yang terdampak serta melakukan assessment dan kaji cepat di lokasi terdampak,” jelas Aspi.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Tala bersama Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan telah menyiagakan dapur umum serta pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Upaya tersebut difokuskan terutama di Kecamatan Kurau dan Bati-Bati yang mengalami genangan cukup dalam.

Menutup keterangannya, Aspi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca masih berpotensi menimbulkan banjir lanjutan.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi menimbulkan banjir susulan,” tegasnya.[lastri]
Lebih baru Lebih lama