Update Perbaikan Jalan Nansean, Progres 400 Meter dan Saldo Donasi Terbuka Transparan

Update Perbaikan Jalan Nansean, Progres 400 Meter dan Saldo Donasi Terbuka Transparan

TTU - Aksi gotong royong perbaikan ruas jalan Nansean–Mamsena yang menghubungkan Desa Nansean dan Desa Nansean Timur menuju Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), terus menunjukkan perkembangan positif. 

Hingga awal Januari 2026, progres pekerjaan telah mencapai kurang lebih 400 meter dan ruas jalan kini sudah dapat dilalui masyarakat, termasuk saat musim hujan.

Penggagas aksi perbaikan jalan, Andy Natun, menyampaikan bahwa selain menyampaikan progres fisik pekerjaan, pihaknya juga secara terbuka melampirkan laporan penggunaan dana donasi sebagai bentuk tanggung jawab dan transparansi kepada seluruh donatur dan masyarakat.

“Ini adalah kerja bersama, sehingga laporan keuangan juga harus dibuka secara jujur agar semua pihak mengetahui penggunaan dana secara rinci,” ujar Andy Natun.

Berdasarkan Rincian Pengeluaran Dana Donasi Perbaikan Jalan Nansean–Mamsena, tercatat total penerimaan dana donasi hingga 5 Januari 2026 sebesar Rp26.195.000.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung pekerjaan perbaikan jalan dengan sistem gotong royong dan pendekatan kekeluargaan, bukan berbasis proyek.

Adapun total pengeluaran yang telah direalisasikan mencapai Rp. 24.146.000, dengan sisa saldo sebesar Rp2.049.000.

Pengeluaran terbesar dialokasikan untuk biaya operasional excavator, yang meliputi mobilisasi alat berat pulang-pergi Kefamenanu, upah operator selama empat hari kerja, bahan bakar solar, serta biaya pendukung lainnya.

Selain itu, dana juga digunakan untuk transportasi angkut material sertu dari beberapa titik, termasuk Ambrosius Fatunine, Anselmus Atini, Natnael Laki, dan Ferdinandus Tna’auni.

Dalam laporan tersebut juga dicatat adanya pengeluaran untuk urusan adat dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Letneo Selatan serta tokoh adat, berupa sirih pinang, ayam jantan, rokok, dan sopi, sebagai bagian dari pendekatan sosial dan budaya setempat.

Selama enam hari kerja, dana donasi juga digunakan untuk konsumsi dan kebutuhan lapangan, seperti beras, ayam, air minum, biskuit, minyak goreng, sayur, bahan bakar tambahan, serta kebutuhan teknis lainnya guna menunjang kelancaran pekerjaan di lapangan.

Andy Natun menjelaskan bahwa fokus pekerjaan saat ini adalah pemadatan pada titik-titik rawan lumpur dan berlubang yang sebelumnya tidak bisa dilalui kendaraan. Namun, terdapat dua titik yang belum dapat diselesaikan karena hujan lebat pada hari terakhir pekerjaan serta keterbatasan waktu penggunaan alat berat yang harus kembali ke Kefamenanu untuk mendukung pekerjaan Lapangan Sasi sesuai perintah Bupati TTU.

“Meski ada dua titik yang belum dipadatkan, secara umum jalan sudah bisa digunakan. Sisa saldo dana akan menunggu masukan bersama untuk pekerjaan lanjutan, termasuk kemungkinan pemadatan menggunakan vibro,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Nansean, Ady Kono, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat, para donatur, serta warga di perantauan yang telah berkontribusi dalam aksi perbaikan jalan tersebut.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Desa Nansean, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Ini adalah bukti nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebutuhan bersama,” ujar Ady Kono.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Timor Tengah Utara melalui Dinas PUPR yang telah mendukung kegiatan ini dengan menurunkan satu unit excavator sehingga proses perbaikan jalan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.

Dengan dipublikasikannya laporan keuangan secara terbuka, masyarakat berharap kepercayaan dan semangat kebersamaan dapat terus terjaga, sekaligus mendorong perhatian pemerintah daerah agar pembangunan ruas jalan Nansean–Mamsena dapat dilanjutkan secara permanen di masa mendatang.[nata]
Lebih baru Lebih lama